Seorang lelaki tengah duduk di atas
kasurnya. Rio. Remaja cerdas berusia
18 tahun yg lahir dari orang tua yg super
sibuk, sehingga hanya pada temannya
dia dapat mengekspresikan diri.
Kini, dia sedang merenungkan masa
lalunya...
Rio P.O.V
Kenangan
yg takkan terlupakan, memberi pelajaran yg begitu berarti.Teman-teman
yg selalu menemani. Diantara kekonyolan mereka, diantara kenakalannya,
serta kelakuan kami yg buruk....
Tok..Tok..Tok...
"Permisi den, ada telpon dari non Shilla"kata Bi Ijah, membuyarkan lamunanku.
'Shilla ? ngapain ?' tanyaku dalam hati. Aku pun mengangkat teleponnya di dorongkan rasa penasaan.
Rio : Hallo
Shilla : Hallo, Rio ! Apa kabar, yo ? udah
lama ga ketemu ! kangen banget deh...
Rio : Emmmhh... kayanya salah
sambung deh !
Shilla : Jangan rese deh, yo ! lo tuh ga
pinter boong
Rio : Ada apa ?
Shilla : Eh, yo, lo sering ketemu temen
SMA kita ?
Rio : Minggu kemaren gue ketemu sama
Debo di mall.
Shilla : Ooh, gue juga 3 hari yg lalu
ketemu sama Ify.
Rio : Eh, tunggu, siapa lo bilang ?
Shilla : Ify, yg manis itu looh ! dia kirim
salam buat lo.
Rio : Ify ga tau kali ya, kalau kita udah
putus lama. emm, Shill, udah dulu ya,
bye.
Aneh, mengingat Ify membuatku teringat kembali ke masa 3 tahun yg lalu...
_Flashback_
"Serang
!" aku mengomando anak-anak SMAku. Ya, tawuran, itulah yg dilakukanku
dan teman-temanku. Tawuran antara sekolahku dan sekolah sebelah memang
sudah sering terjadi, tapi kali ini, aku menjadi korbannya...
"Rio..Rio... kamu sudah bangun sayang ?" ujar seorang perempuan.
"Ini dimana ?"tanyaku, aku berusaha bangun, tapi kepalaku terasa berat.
"Jangan bangun dulu" larang mamaku sambil menahan badanku.
"Kamu di rumah sakit, sayang, kamu menjadi korban tawuran hiks" ucap mama, sambil menangis.
"Ma..." aku benci jika harus melihat orang yg kusayangi menangis.
Tahun Pertama.......
Beberapa minggu kemudian, aku pindah sekolah atas saran papaku...(di skip ya) Saat itu pertama kali aku bertemu dia.
"Cepetan ! ntar telat !" kata cewe itu pada temannya.
Tiba-tiba bel masuk berbunyi...
"Sudah masuk ya ?"tanyaku pada diri sendiri
KREEK ! terdengar suara benda terinjak.
"Eh, apaan ini ?" aku mengambil benda yg baru saja ku injak.
'Bros bunga. Pasti punya cewe manis tadi' batinku
Hari pertamaku di sekolah baruku. Tidak begitu menyenangkan menjadi anak baru.
Saat istirahat, aku memilih berkeliling sekolah.
"Eh,
cewe itu kayanya pernah liat deh" aku melihat seorang gadis manis
sedang mengobrol bersama temannya. aku pun menghampirinya.
"Emm.. permisi, apa ada yg merasa kehilangan bros kaya gini ?" tanyaku sambil mengeluarkan bros yg tadi pagi kuinjak.
"Itu punya saya" jawab cewe manis yg ternyata bernama Ify itu. "Patah..." katanya lagi, terlihat raut kekecewaan di wajahnya.
"Hehe, iya, ga sengaja di injak" kataku sambil nyengir.
"Permisi... terimakasih" kata Ify lalu pergi.
"Hei ! maaf kalo patah, jangan marah dong" kataku sambil berteriak.
"Heh,
kamu ga tau, bros itu pemberian ibunya yg baru meninggal 2 bulan yg
lalu" maki seorang cewe yg ternyata adalah Sivia, sahabat Ify.
"Fy, Ify ! Tunggu, mau kemana ?" Sivia mengejar Ify.
'Pantas saja !' batinku, sekarang aku merasa bersalah.
Keesokan
harinya, banyak surat berdatangan, kebanyakan, amplop merah jambu
dengan wangi parfum. Surat cinta. Memang, Rio menjadi cowo yang byk
disukai cewe di sekolahnya,
karena wajahnya yg tampan dan manis. Rio akhirnya memilih ke kantin bersama sahabatnya.
Di kantin....
"Yo, malem minggu ntar, kita ngumpul yu, mau gak ?"ajak Cakka.
"Gue ikut ! udah lama ngga nih !" aku menyetujui ajakan Cakka.
Malam minggu... (di skip lagi)
"Bi, ngga usah nunggu Rio pulang, kunci aja pintunya, kalo bibi takut, tidur aja di kamar Pak Udin ya !" ucapku pada Bi Ijah.
"Iya den," jawab Bi Ijah.
Akhirnya
malam itu, Aku, Cakka, Alvin, dan Iel bersenang-senang, minum-minum
(maaf). Inilah kehidupan remaja jaman sekarang, alkohol sudah bukan
menjadi hal yang aneh di antara para remaja.
Tahun ke2... (lagi lagi di skip)
Aku memasuki sekolah dengan gontai. aku melamun sepanjang jalan.
"Permisi ! Jangan menghalangi jalan dong"terdengar suara seorang cewe membuyarkan lamunanku.
"Eh, maaf, emmm...Kamu Ify kan ?" tanyaku pada Ify.
"Seratus ! Masih ingat dengan saya,Yo ? ya udah, saya permisi dulu."pamit Ify sambil tersenyum.
'Entah kenapa, melihatnya tersenyum membuat hati menjadi lega, ya ?' pikirku.
Dan
sejak saat itu, aku mulai berpikir jernih.. Aku mulai merubah sifatku
menjadi lebih baik. Aku perlahan-lahan mulai melepaskan ketergantunganku
pada alkohol.
"yo, gue beli cincin buat geng kita" kata Alvin saat jam istirahat berlangsung.
"Cincin apaan ?" tanyaku.
"Cincin
persahabatan, gue pake, lo pake, Cakka pake, Iel pake, jadi kita gaakan
pernah terpisahkan."kata Alvin. aku pun memakai cincin itu.
"Thanks bro, gue yakin kita ga akan terpisahkan." ucapku.
"Oh iya, pelajaran Pak Duta nanti, kita bolos yu" ajak Iel.
"Ayo, gue juga lagi males belajar nih" kata Alvin dan Cakka.
"Gue ngikut aja deh"ucapku.
Pelajaran Pak Duta...
"Aman ! Satpamnya lagi di panggil sama kepsek" kata Iel.
Satu-satunya jalan keluar adalah dengan memanjat tembok belakang sekolah. Terpaksa kami berempat harus memanjatnya.
"Lo yakin kita manjat?"tanyaku pada Iel untuk memastikan. Iel mengangguk pasti.
"Hey kalian ngapain di situ !" teriak pak satpam yg melihat kami.
"LARIII !!"aku dan teman-temanku berlari menghindari kejaran pak satpam.
Kejadiannya
cepat sekali, aku menabrak Ify, dan kacamata yg hari ini di pakenya
jatuh (biasanya pake softlense). dan tanpa sengaja aku menginjak
kacamatanya.
"Ah"kata Ify, ia terjatuh, aku tak bisa berbuat
apapun, karena aku sedang di kejar pak satpam. Maka aku pun meninggalkan
Ify begitu saja tanpa membantunya.
'Ya tuhan, apa yang baru saja kulakukan' aku menyesali perbuatanku.
Tahun ke3.....
Hari
Minggu, aku pergi untuk lari pagi ke taman. Sudah lama aku tak
berkumpul dengan teman-temanku. Sudah hampir seminggu kami tak mengobrol
bersama.
Di taman,
"Koran Koran !!"terdengar suara penjual koran.
"Hei, koran sini !"seorang bapak di sebelahku membeli koran..
Aku sempat melihat isi koran itu sekilas. Aku kaget..
Di
koran itu tertulis "2 orang kakak beradik, putra seorang pejabat tewas
di kamarnya karena over dosis, diduga ke 2 remaja tersebut frustasi
akibat perceraian orang tua mereka. Inisial ke2 remaja tersebut GSD, dan
CKN.
'GSD ? CKN ? Mungkinkah ? Cakka dan Gabriel ? tidak mungkin
! baru saja 1 minggu aku tidak bersama mereka, dan sekarang ini yg
terjadi ?'sesalku dalam hati. aku memutuskan pulang dulu ke rumah untuk
ganti baju dan mencari kepastian tentang berita di koran tersebut.
Di rumah...
"Den,
barusan bibi dapat kabar kalau sahabatnya den Rio, mas Alvin,
meninggal, kecelakaan motor saat sedang balapan" aku kaget. sudah sering
aku mengingatkan Alvin untuk jangan balapan lagi, tapi ia masih saja
tidak menurut, dan sekarang akibatnya ? dia meninggal karena kecelakaan.
Aku tak percaya ke3 sahabatku harus di jemput maut secepat itu.
'Tadi
Gabriel dan Cakka, sekarang Alvin , aku tak menyangka kalian melanggar
janji kita untuk selalu bersama' jujur aku marah dengan mereka.
2 hari kemudian, kami berkumpul lagi, bukan di sekolah melainkan di pemakaman.
"Eh, kamu Rio kan ?" sapa seorang pria
yang tak lain adalah ayah Cakka dan Iel.
"Saya
ingin memberikan ini, di saat terakhirnya, Cakka dan Iel minta agar
cincin ini diberikan kepada nak Rio, terimalah" kata pria itu sambil
menyodorkan 2 buah cincin.
"Nak Rio, Alvin juga menitipkan ini
pada Oma sebelum Alvin izin pergi malam itu. Mungkin dia memang sudah
memiliki firasat. Tabah ya nak Rio" Oma Alvin memberikan cincin milik
Alvin padaku.
'Bagus Cak, yel, vin, sekarang lo cuma ngasih
cincin buat salam perpisahan ? dasar ga tau malu ! gue ga tau harus
marah atau sedih, perasaan gue campur aduk. seharusnya kita ga
terpisahkan !'kataku dalam hati.
1 minggu kemudian di lapangan basket...
"Rio,
aku tau kamu masih sedih kehilangan sahabatmu, aku cuma mau bilang
jangan putus asa. Masih banyak temen diluar sana, salah satunya mungkin
bisa jadi sahabat yang bener bener membawa kamu jadi orang yang lebih
baik, hanya, kita harus jadi pemilih, sahabat yg baik selalu mendorongmu
untuk berbuat baik dan
mencegah keburukan buat kamu, bukannya malah menjerumuskan"kata Ify.
'Aku yakin, sangat yakin bahwa sahabat yang aku cari kini tengah duduk bersamaku dan memberikanku semangat saat ini' batinku.
"Thanks Fy"ucapku, Ify mengangguk dan tersenyum lalu pergi meninggalkanku.
2 minggu lagi ujian akhir di gelar, aku benar-benar serius belajar, semua buku habis kubaca.
Akhirnya ujian selesai. Aku yakin telah mengerjakannya dengan baik.
'Gue
janji lulus dengan nilai terbaik Cak, Vin, Yel. Kelulusan gue bakal gue
persembahkan buat lo semua. Tenang ya lo semua di sana. Tunggu gue!'
Ucapku mantap meski hanya dalam hati.
Aku pun berlari menghampiri Ify.
"Hai, fy, gimana ujiannya ? Sukses kan ? Aku yakin cewe pinter kaya kamu pasti lancar deh"aku memulai pembicaraan.
"Ya gitu deh" jawab Ify agak jutek.
"Oh iya, kalo kamu masih marah
soal bros yg waktu itu, biar aku
ganti ! Tapi jangan jutek-jutek dong, nanti cantiknya ilang loh"aku mencoba mencairkan suasana.
"kamu emang nyebelin yo ! Haha"kata Ify.
"yes,
tuh kan kalo senyum kamu tambah manis. Oh iya fy, aku mau minta tolong"
kataku sambil mengeluarkan cincin persahabatan kami.
"Aku itung sampe 3, kamu lempar cincin ini ya" lanjutku.
"Kamu
mau berusaha menghilangkan kenangan mu dan sahabat-sabatmu ? Kenapa
kamu tak menjaganya demi persahabatn kalian ?" Tanya Ify. Sepertinya tak
setuju dengan niatku.
Aku menggeleng, "ikuti saja apa kataku, oke" jawab ku. Dan Ify hanya mengangguk pasrah.
"1...2...3" Ify langsung melemparnya ke atas.
Asal
tahu saja, bukan bermaksud mengubur masa lalu. Kenangan itu cukup
diukir dalam hati, dan dijadikan cerminan untuk masa depan.
Akhirnya
kini aku menemukan sahabat yg lebih baik, ya Ify adalah sahabat baruku.
Sahabat yang mungkin tak akan menjerumukanku pada hal-hal yang kurang
baik....
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts
Sunday, April 22, 2012
Monday, June 13, 2011
Simfoni Hitam -sekuel Pelangi di Malam Hari- (repost)
Ify menyusuri koridor sekolahnya. Dia bersemangat sekali karena hari ini tahun ajaran baru. Sekarang ia sudah duduk di bangku kelas 11. Dia berjalan dengan bayang-bayang 2 tahun lalu ketika ia masih bersama dengan Rio,‘apaan sih Fy lupain Rio ah’batinnya berusaha menghapuskan apa yang ada di benaknya. Rio, sosok yang masih sangat dia sayangi hingga kini dan belum menemukan penggantinya. Rio kini tengah pindah ke Manado saat akan menduduki SMA. Ify dapet kabar dari Iel. Iel masih kontakan dengan Rio. Rio pindah hanya untuk beberapa bulan dan nanti balik lagi. Karena pindah, hubungannya dengan Keke yang sudah berjalan hampir satu setengah tahun pun kandas karena Keke gak siap buat LDR. Ify senang Rio pindah, karena dia gak akan nemuin sosok Rio dimanapun saat dia jalan-jalan mengelilingi kota. Yah sudah sekitar 6 bulan Rio pindah, kabar kembalinya lagi kesini pun belum jelas.
Ify memasuki kelasnya dan duduk di bangku yang sudah ada sahabatnya disitu, Sivia. Dibelakang ada Agni, dan teman barunya, Oik.
“Hey.”sapa Ify pada ketiga teman-tmennya. Dia menaruh tas dan langsung duduk mengumpul dengan teman-temanya.
“Hey Fy.”sapa Agni balik.
“Hari ini gak ada PR kan?”Tanya Ify memastikan.
“Ada kali Fy.”jawab Sivia dengan muka mengingatkan, “jangan bilang lo lupa. Pr mate Fy mate!”lanjutnya geregetan. Ify menepuk jidatnya,”mana mana gue liat.”ucapnya sambil sibuk mencari buku PR matenya.
“Yah elo Fy cepetan bell bentar lagi.”ujar
Oik sambil mukul-mukul meja pelan memberi semagat pada Ify biar cepetan.
Ify terus menyalin PR Via. Saat sedang asyik menyalin, satu kelas dibuat sepi mendadak karena kedatangan Bu Ira dan seorang murid baru yang tiba-tiba. Saat melihat wajah si murid baru, Agni dan Via langsung noel-noel Ify, sedangkan Ify masih berkutat dengan PR nya tanpa memperdulikan apa yang terjadi.
Oik bertanya pelan kepada Agni”ada apa sih Ag?”
“Itu…… Rio….mantan Ify.”jawab Agni. Ya, sebelumnya Oik memang sudah sering diceritakan tentang Rio. Oik mengintip Ify yang masih menyalin. Dia angkat bahu. Via masih geregetan pengen ngasih tau Ify.
“Anak-anak, kalian dapet temen baru.”ujar Bu Ira, Rio tampak malu-malu apa lagi dia belum tahu ada Ify disitu.
“Iya buuu.”jawab semuanya termasuk Ify, walau tangannya masih menulis mulutnya ikutan saja.
“Nama saya Mari Stevano Aditya Haling, kalian bisa panggil saya Rio.”ujar Rio sambil tersenyum manis. Seluruh siswa cewek terpesona dengan senyumannya itu. Para lelaki rebut membicarakannya karena wajahnya yang ganteng membuat para lelaki jadi tambah saingan.
Praaaaaaaaaaaaaang!
Bagai hati Ify baru saja ditaburi serpihan beling dan bubuk baja yang panas. Ify mendongakkan wajahnya dan melihat kedepan. Pulpen yang tadi dia pegang terlepas begitu saja ketika mendengar nama si lelaki. Rio masih belum menyadari kehadiran Ify, karena sedari tadi dia hanya menatap lurus pandangan kosong.
“Rio, kamu duduk di pojok sana yah sama Cakka.”ujar Bu Ira sambil menunjuk kursi kosong di sebelah Cakka.
"Baik bu.”Rio melangkahkan kaki dan duduk di sebelah Cakka.
“Gue Cakka.”ucap Cakka ramah sambil mengajak Rio berjabat tangan.
“Gue Rio.”jawabnya membalas uluran tangan Cakka.
Ify yang tau dia duduk sebarisan sama Rio langsung mati gaya. Takut-takut apa yang dia bakal lakuin malah berakibat memalukan.”Vi, itu Rio….pelangi gue?”tanyanya, suaranya lirih.
“Iya Fy.”jawab Via,”lo dari tadi gue toelin malah diem aja,”
“Gue pindah kelas deh.”ujarnya dengan muka memelas dan takut.
“Santai aja Fy santai.”bujuk Via sambil ngelus-ngelus pundak Ify.
“Santai sih santai, masalahnya gue jadi gak tenang.”Ify semakin menggerutu.
Bu Ira yang sekaligus guru matematika memperhatikan Ify dan Via dari tadi. "Alyssa, Sivia, kalau mau ngobrol silahkan keluar.”ucapnya sambil menatap tajam mereka. Ify dan Via langsung diam dan memulai pelajaran.
“Keluarkan PR kalian, kumpulkan. Hari ini kita bahas bab selanjutnya.”terang Bu Ira. Karena Ify takut banget buat ngelangkah, dia nitipin buknya ke Via,
“untung tadi si ibu manggilnya Alyssa bukan Ify.”batin Ify.
Pelajaran pun diumulai.. Setelah melewati 4 jam pelajaran bell istirahat pun berbunyi. Ify yang awalnya ragu buat ke kantin terpaksa ke kantin dari pada di kelas terus, bareng Rio.
“Muka lo pucet amat Fy?”Tanya Iel yang sekarang lagi ngumpul bareng Sivia, Agni, Oik dan Obiet. Biasanya Cakka juga suka bareng, tapi karena ada Rio, jadi dia bareng sama Rio.
“Rio pindah ke sekolah kita.”ucap Via menjawab pertanyaan Iel. Iel langsung melengo.
“Tepatnya kelas kita.”tambah Agni, Iel tambah melengo.
“Stres nih gue lama-lama.”ucap Ify sambil memegangi kepalanya.
“Santai Fy santai.”ujar Iel yang udah lumayan sadar,”siapa tau dia udah lupa sama lo.”tambahnya yang langsung ddinjek kakinya sama Agni.”sakit Ag.”rintihnya.
“Ih Yel jahat banget dia lupa sama gue.”ujar Ify makin hopeless dan males.
“Aduh gak gitu juga Fy.”Iel merasa serba salah, dia garuk-garuk kepala.
“Udah, mending lupain dulu aja anggep gak ada Rio ataupun siapalah itu.”usul Oik yang langsung disetujui sama teman lainyya dengan mengangguk. Ify diem aja.
Bell tanda masuk pun berbunyi. Mereka semua masuk kelas dan berpisah dengan Obiet dan Iel. Mereka tidak sekelas.
“Bu Ucie gak masuk, katanya anaknya sakit.”teriak Sion sang ketua kelas di depan kelas. Anak-anak langsung kegirangan dan mencar ke meja teman yang lainnya. Ada yang sibuk sama HP, iPod, ada yang asik ngobrol. Ify menidurkan kepalanya diatas lenganya. Dia membenamkan wajahnya. Sivia asik ngobrolin fashion sama Oik, sedangkan Agni sibuk sama iPodnya.
Sion mengahmpiri Ify dan langsung menepuk pundaknya,“Fy.”
Ify langsung mengangkat wajahnya dengan keadaan rambut yang acak-acakan,“kenapa Yon?”
“Katanya tadi Bu Ira bilang ke gue, lo sama tu anak baru dipanggil ke ruangannya.”jelas Sion,sontak Ify langsung kaget.
“Ihhhh ngapain?”Tanya Ify dengan wajah takut, “ogah ah.”
“Kenapa emang Fy? Sekalian kenalan Fy dia cakep.”bujuk sion, sebenarnya dia yang dipanggil Bu Ira, tapi Sion tau palingan masalah kelas, jadi dia serahin ke Ify. Ify adalah wakil ketua kelas.
"Ihh ngga mau ah lo aja.”tolak Ify lagi.
“Orang lo yang dipanggil, kok gue?”
“Udah cepetan.”ujar Sion narik tangan Ify biar berdiri. Ify pun berdiri.
“Gue langsung ke ruangan Bu Ira yah, lo yang bilang kalau dia disuruh kesana”ucap Ify sambil berlalu. Sion mau nyegat Ify tapi percuma. Alhasil dia nyamperin Rio dan bilang.
Setibanya di ruangan Bu Ira Ify langsung ijin duduk di kursi depan Bu Ira. Tangannya keringetan, jelas, Rio sesaat lagi bakalan duduk disebelah dia.
“Rio mana Alyssa?”Tanya Bu Ira yang ngeliat Ify dateng sendirian.
“Bentar lagi juga dateng bu, tadi gak bareng.”jawab Ify seadanya. Tak lama Rio datang dan duduk disebelah Ify. Ify nunduk. Rio belum sadar kalau sebelahnya Ify, mantan kekasihnya.
“Hem Rio, kamu udah kenalan sama Alyssa?”Tanya si Ibu,’ah ampus gue’batin Ify.
“Belum bu.”jawab Rio melirik ke arah Ify, Ify masih nunduk.
“Ini Alyssa, wakil ketua kelas kamu.”ucap Bu Ira, Ify tersenyum tapi langsung dia menunduk lagi, ‘kayak kenal deh’ batin Rio.
“Alyssa sebelumnya ibu mau bilang sama kamu, tolong bikin agenda kelas dan seluruh kebutuhan kelas yah, kamu bisa minta tolong sama sie lainnya. Dan buatkan ibu laporan tiap bulan tentang keadaan kelas.”perintah Bu Ira, Ify mengangguk. “baiklah kamu bisa keluar, Ibu masih ada urusan sama Rio.” Ify langsung keluar. Dia masih menundukan kepalanya. Rio memperhatikan Ify dengan mata menyipit,‘aneh’ batinnya.
Setelah keluar dari ruangan Bu Ira, Ify langsung lari ke kantin. Menenangkan fikirannya yang tadi sempet terapi karena Rio duduk disebelahnya. Dia memesan es teh manis kepada ibu kantin. Tak lama terlihat Sivia dan Agni datang. Emang niat Via dan Agni mau ngadem di kantin.
“Kenapa Fy? Muka lo pucet banget?”Tanya Agni yang udah duduk didepan Ify, “tadi juga lo kemana? Tiba-tiba ngilang.”tambahnya.
“Kalian pada sibuk sendiri sih, tadi gue dipanggil sama Bu Ira.”jawab Ify setelah menyerudup Es Tehnya.
“Ngapain?”Tanya Via setelah mendapat Jus Sirsak yang baru dipesannya. Ify menceritakan semua tetek bengeknya.
“Untung Rio gak sadar.”ucap Via.
“Cepet atau lambat Rio bakalan tau.”timpal Agni, Ify menselonjorkan tangannya di meja kantin.
“Gak tau deh Ag, susah susah gue ngehapus Rio di ingatan gue, eh malah muncul lagi.”lirih Ify.
“Santai aja Fy, siapa tau dia udah maafin lo.”ujar Via sambil nepuk-nepuk pundak Ify.
“Semoga deh ya.”
Keesokan harinya Ify dateng telat. Ini gara-gara adiknya si Deva yang lama mandinya kayak luluran. Untung banget gerbang sekolah belum ditutup. Padahal tinggal selangkah lagi gerbang ketutup.
“Eits tahan Pak.”ujar Ify langsung lari masuk kedalam sekolah. Karena dia lari dan kurang memperhatikan jalan, dia nabrak seseorang, (banyak banget yah cerita yang ada tabrakannya gini, cems).
“Sorry-sorry.”ujar Ify sambil membenarkan tali sepatunya yang sempat copot.
“Iya gak apa-apa.”jawab si korban sambil mebenarkan bajunya gara-gara ketabrak Ify. Ify langsung berdiri da menegakkan wajahnya. Dilihat wajah si korban.“Mampus RIO!’batin Ify. Rio yang tau itu Ify malah langsung buang muka dan jalan dengan tatapan angkuh.
“Tuhan, baru ketemu gue sedetik doangan natapnya gitu banget.”batin Ify meringis. Dia berjalan di belakang Rio yang notabene nya mereka sekelas.
Ify duduk di kursinya. Rio memperhatikan Ify dari belakang tempatnya duduk,“ah cupu banget gue sekelas sama dia.”batin Rio, dia teringat sesuatu.
“Cak, Alyssa wakil ketua kelas kita itu ,Ify?”Tanya Rio pada Cakka yang lagi asyik sama HP nya. Dia menyebut nama Ify dengan penuh nada jiji.
“Hmmmm.”jawab Cakka yang masih asik dengan HP nya. “berarti dia yang kemarin.”batin Rio.
“Lo kenapa Fy? Kayak abis ketemu sama Noordin.”ucap Via ngeliat muka Ify pias banget.
“Ini lebih dari Noordin.”ucap Ify sambil mengelus dadanya.
“Dokter azhari?”tambah Via, Ify menggeleng.”terus?”
“R.I.O.”Ify mengeja nama rio.
“Dari kemaren juga udah ketemu kan Fy?”
“Tadi gue nabrak dia, dan dia ngeliat muka gue.”ujar Ify menjelaskan sambil nutupin mukanya pake telapak tangannya.“Dia tau gue.”Ify melepaskan telapak tangannya dan menatap Via,”pas dia ngeliat gue, dia kayak ngeliat bangkai tau gak. Hue pindah kelas nih gue. Harus.”
“Tenang Fy tenang. Coba lo minta maaf sama dia.”
Ify menatap Via dengan kening dikerutkan,“Hah? Apa? Coba ulang?”
“Ya kenapa lo gak nyoba minta maaf lagi Fy?”ulang Via sambil mengangkat bahu.
“Ngga deh ngga.”jawabnya sambil menidurkan kepalanya di meja.
“Siapa tau dia mau maafin gue dan hubungan lo sama dia kembali kayak dulu.”
“Gue gak siap, aduuuuh.”
“Lo mau kayak gini mulu?”Via makin gak ngerti sama jalan fikiran Ify, “nanti gue bantu.” Percakapan di akhiri karena guru pelajaran datang.
Seminggu berlalu, Ify sama Rio masih kayak orang gak kenal, tiap ketemu malah buang muka. Awalnya Ify sedih banget, tapi makin kesini dia juga buang muka kalau ketemu Rio. Malam ini Ify susah banget buat tidur. Dia masih nyalain laptopnya, chatting sama Iel.
Stevent Damanik : tidur Fy, gila lo dah jam 1
Alyssa Syaufika : mata gue gakbisa merem
Alyssa Syaufika : lo sendiri?
Stevent Damanik : gue ngurusin proposal buat pensi dulu fy, maklum ketos hehehehe -_-
Alyssa Syaufika : sok sibuk lo
Stevent Damanik : eh betewe, gimana Rio?
Alyssa Syaufika : hah?
Alyssa Syaufika : ngapain lo nanyain dia?
Stevent Damanik : udah maafan belum?
Alyssa Syaufika : sumpdemap gue bingung sama lo, lo bilang jangan minta maaf, sekarang malah nanya, oh God
Stevent Damanik : iya sih fy
Stevent Damanik : eh gue molor yah. Bye!
Stevent Damanik is now offline
“gak asik ah iel.”ucap Ify ngomong sendiri, akhirnya dia matiin laptop dan ambil iPod buat nina boboin dia tidur. Playlist nya langsug muter lagu Sherina- Simfoni Hitam
Malam sunyi ku impikanmu
Kulukiskan cinta bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dimimpimu?
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu Satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dihatimu?
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah kubisikan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa, sentuh hatimu?
Bila saja kau disisiku
Kan ku beri kau segalanya
Namun ntah di aku bertanya
Adakah aku dimimpimu?
Tak bisakah kau sedikit saja dngar aku?
Dengar simfoni ku, simfoni hanya untukmu….
Ify ketiduran karena lagu cukup mellow dan telah membuat dia cukup mengingat Rio kembali. Keeseokan harinya Ify bangun tepat waktu. Dia berjalan dengan wajah ceria. Dia melangkahkan kaki menuju kelasnya, sebelumnya dia mengintip sebentar memastikan Rio sudah ada atau belum ,'untung belum dateng’. Dengan santai dia berjalan mendekati Via, teman sebangkunya. Dia duduk dikursinya, menaruh tasnya dan menghadap ke belakang, agar bisa mengobrol dengan Agni dan Oik yang sedari tadi sedang bercakap dengan Via.
“Fy ke perpus dulu deh kita mau ngomong.”ucap Oik yang sepertinya sudah direncanakan dengan yang lainnya.
“Mumpung bell masih lama Fy.”timpal Agni. Ify pun mengangguk. Mereka berempat bangkit dari duduknya dan berjalan menuju perpustakaan yang letaknya di ujung lorong. Saat melangkahkan kaki keluar kelas, Ify berpapasan dengan Rio. Reflek Ify langsung nunduk, sedangkan Rio? Terus berjalan seperti tidak ada apa-apa. Via langsung melirik Agni dan Oik, mereka kompak angkat bahu. Akhirnya mereka pun sampai di perpustakaan.
Mereka duduk di tempat lesehan yang berada di balik rak-rak buku.
“Fy, kapan lo mau minta maaf lagi sama Rio?”Tanya Agni langsung to the point.
Ify menegadah wajahnya yang sedari tadi nunduk.“gue pengen secepatnya, tapi gue belum siap liat balesan dia.”
“Nyoba lagi Fy, gak apa-apa. Ini murni kesalahan lo. Jadi wajar kok kalau lo minta maaf terus.”timpal Via. Ify tersenyum.
“Kebetulan Fy, Iel kan ketos, dia minta data ulang anak-anak yang ikutan ekskul. Dan lo kan sekertaris, jadi yang ngurusin data ulang kelas kita itu lo. Jadi ya kesempatan lo buat ngajak Rio ngomong.”jelas Oik pajang lebar hanya dalam satu tarikan nafas.
“Sekarang?”Ify memastikan.
“Tahun depan Fy.”ucap Agni malesin.”sekarang lah Fy, paling nanti siang Iel keliling kelas buat ngasih tau.”tambahnya.
Bell pun berbunyi. Mereka berempat langsung ke kelas. Saat memasuki kelas Ify menunduk lagi, diintipnya Rio melalui celah matanya, Rio sedang asik mengobrol dengan Cakka. Semenjak ada Rio, Cakka jarang gabung sama Ify dkk.
Istirahat pun berlangsung. Ify dkk bergegas menuju kantin. Obiet dan Iel belum tampak. Mereka duduk di tempat biasa. Tak lama Iel dan Obiet datang.
“Tidur jam berapa lo semalem?”Tanya Iel yang sudah duduk disebelah Via, ya mereka masih jadian.
“Gak lama lo off gue tidur kok.”jawab Ify sambil menyuap mie ayamnya.
“Emang abis ngapain?”Tanya Oik bingung.dia hanya memakan rotinya.
“Tuh.”ucap Iel menunjuk Ify dengan dagunya,”jam 1 masih aja ol fb.”
“Hehehe” Ify nyengir kuda.
Mereka berenam pun mengobrol layaknya sahabat-sahabat biasanya.
Bell masuk tanda istiraha usai berbunyi. Mereka berpisah. Saat jam pelajaran ke 5, Iel dan temannya, Riko salah satu anak OSIS juga mengetuk pintu kelas Ify dkk, dia izin pada guru yang sedang tugas mengajar karena akan memberi pengumuman. Iel malah langsung ngasih senyum ke Via, Via membalasnya. Anak-anak langsung berkoor.
“Hem karena sekarang taun ajaran baru saya meminta setiap kelas mendata ulang ekskul apa saja yang diikuti oleh tiap anak.”jelas Riko lantang.”boleh ngeganti ekskulnya kok. Boleh tetep.”lanjutnya.
“Setiap kelas semua murid di data sama sekertaris. Sekertaris kelas ini Ify kan?”Tanya Iel yang emang udah tau, Ify ngangguk. “Kamu nanti ngedata semuanya. Tanyain langsung ke setiap anak. Besok serahin ke ruang OSIS.”tambahnya. Ify mengangguk.
“Terimakasih.”ucap Riko. Ia dan Iel langsung meninggalkan kelas.
Pelajaran ke 5-6 pun berakhir. Tinggal 1 mata pelajaran lagi di jam 7-8. kebetulan guru bidang study gak masuk. Ify langsung nanya-nanyain semua ekskul yang diikuti anak-anak sekelas.
“Agni, lo basket aja, Oik musik, Via basket sama cheers, gue basket musik, Nova musik sama voli…….”seterusnya Ify mendata anak-anak sambil berkutat dengan pensil dan kertasnya. Saat melangkahkan kaki menuju meja paling ujung, langkahnya ragu.
“Gue baket sama musik.”ceplos Cakka yang udah tau Ify mau nanyain ini, padahal Ify belum sampai dimejanya banget. Akhirnya Ify mendekatkan langkahnya menuju meja Cakka, “basket sama apa Cak?”Tanya Ify sekali lagi, keadaan kelas sedang gaduh , jadi kurang terdengar. Detak jantung Ify sangat tidak wajar.
“Ama musik Alyssa.”jawab Cakka. Ify manggut-mangu sambil menunduk mencatat sesuatu di kertasnya,“Rio gak lo Tanya?”Tanya cakka heran
Ify gelagapan, “Oh Iya? Lo ekskul apa, Yo?”Tanya Ify terbata-bata. Wajahnya pias. Tenaga untuk berdiri sudah tidak ada.
“Basket aja.”jawab Rio cuek sambil terus memainkan BB nya. Ify langsung meninggalkan meja Cakka dan Rio sambil mengucapkan“Thanks”ucapnya judes. Cakka geleng-geleng kepala dibuatnya. Oik, Agni, dan Via yang merhatiin Ify Cuma cekikikan. Ify langsung ngacir ke kantin disusul ketiga sahabatnya.
“SUMPAH RIO NGESELIN!”rutuk Ify sambil mukul-mukul meja kantin.
"Neng nanti mejanya rusak.”ucap si Mbo kantin, Ify Cuma senyum. Si Mbo kayaknya dari tadi takut banget mejanya rusak.
“GUE BENCI SAMA DIAAAAAAAAAAA!”kali ini Ify berteriak tapi tidak besar banget suaranya.
“Mending lo lurusin deh masalahnya.”ucap Agni udah gak betah sama masalah temannya.
“Gue benci sama dia. Dia bener-bener gak ngehargain permintaan maaf gue sedikit pun! Tapi….gue sayang diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.”ucap Ify sedkiit berteriak. Ify hampir menitikan air matanya.
“Gue punya nomer HP nya. Mending nanti malem lo SMS dia. Lo omongin.”ucap Oik sambil menunjukan nomer Rio di HP nya. Ify langsung mencatat nomer Rio di HP nya dengan ragu.
Malamnya Ify bimbang banget. Dilema.“Minta maaf jangan? Sms? Telfon? A shit banget lo Yo bikin gue stress!“ucap Ify sambil bolak-balik gak jelas di kamarnya sambil memegangi HP nya. Akhirnya dia meraba-raba keypad nya mengetik kata-kata yang pas untuk meminta maaf. Setelah berulang kali di upgrade, akhirnya dia mantap dengan ketikannya,
Yo, ini gue Ify. Lo masih marah sama gue? Lo masih gak bisa maafin yang dulu? Sorry yo. Gue kira dengan berjalannya waktu lo bisa sedikit2 lupa sama masalah itu dan maafin gue. Gue gak enak kali gini terus. Gue ngerasa kita kayak musuh besar. Gue ngerasa selama ini ada yang ngeganjel. Ada batu raksaksa yang ngeganjel di hati gue, itu batu bisa keangkat setelah lo maafin gue. Please yo maafin gue. Gue gak mau kayak gini terus.
Ify langsung nyari nama Rio di kontaknya.
“Bismillahirahmanirrahim.”ucap Ify sambil menekan tombol ‘Send’. Ify langsung tiduran pasrah ditempat tidurnya. Gak mau berharap kalau-kalau Rio bakalan bales SMS nya.
Sedangkan Rio yang lagi asik mainin gitarnya sambil genjrang-genjreng gak jelas kaget banget ada sms di HP nya. ‘tumben ada yang sms gue, biasanya ni hp kayak kuburan sepinya’ batin Rio. Disambarnya HP yang ia simpan dibalik bantalnya. Ia melihat nomer si pengirim di disiplay message itu,‘siapa nih?’batinnya sambil mengerutkan keningnya. Dibacanya sms itu. Kaget. Rio membaca sms itu dengan teliti. Sebenernya dia udah ogah-ogahan buat baca itu sms, tapi ya penasaran.
“Sorry Fy.”lirih Rio.”gue bener-bener gak ada niat buat giniin lo. Gue pengen banget buat maafin lo. Tapi gue masih sakit hati banget fy. Dan sampai sekarang gue masih sayang sama lo, tapi gue tutupin itu dengan nyoba buat
benci sama lo. Gue terlanjur sayang banget sama lo waktu itu setelah lo ngecewain gue, gue sakit banget. Gue benci sama lo tapi gue juga sayang sma lo. Maafin gue Fy. Gue harap suatu saat hubungan kita bakalan membaik.”batin Rio. Dia tidak ada niatan sedikitpun buat bales sms Ify. Dia lanjutin main gitarnya.
Keesokan harinya Ify gak tau bakalan gimana di sekolah dengan fakta bahwa semalam dia baru saja sms Rio. Uwow! Dia berjalan dengan gontai menuju kelas dan langsung mengajak ketiga sahabatnya ke perpustakaan, tempat yang enak buat menyendiri.
“Rio gak bales sms gue.”ucap Ify to the point. Agni Via sama Oik menatap Ify iba.
“Minta maaf langsung aja deh Fy.”usul Oik. Ify langsung melongo.
"Aduh Ik, buat sms dia aja butuh waktu 3776712 menit buat ngumpulin mental, nah ii? Bisa 927364561271 menit kali.”ucap Ify asal disambut cekikikan dari Agni.
“Tapi kayaknya mendingan langsung deh Fy.”ucap Via setuju dengan pendapat Oik.”Lo kan baru minta maaf sekali ke dia kalau secara langsung, yah dicoba gak apa-apa kok Fy.”lanjutnya.
Tiba-tiba Iel datang dan langsung duduk di lahan yang tersedia.
“Ngapain kesini?”Tanya Ify jutek.
“Santai Fy. Tadi gue abis ngembaliin buku. Lo kenapa?”Tanyanya balik, “ada apaa?”
“Biasa. Siapa lagi sih.”ucap Via santai. Ify menidurkan kepalanya di meja.
“Kenapa lagi?”Tanya Iel masih penasaran. Akhirnya Oik menceritakan semuanya kepada Iel. Agni Iel dan Via manggut-manggut.
“Minta maaf secara langsung lagi juga gak apa-apa kok Fy. Gue cowok loh.”Iel mengeluarkan pendapatnya.
“Yang ada nanti gue gak ditanggepin. Heeeeu.”ucap IIfy sambil membuang nafas panjang.
“Dicoba apa susahnya sih Fy?”Tanya Agni, Ify Cuma ngangkat bahu.
“Gue juga udah lama gak ngobrol sama Rio, nanti gue ajak dia ke perpus, terus nanti lo kesini deh. Oke?”usul Iel. Ify Cuma ngangguk-ngangguk.
Akhirnya istirahat pun tiba. Sivia, Ify, Oik, dan Ify gak ke kantin. Mereka nenangin Ify biar nanti pas minta maaf gak grogi. Ify nya sih udah males-malesan aja. Sedangkan Iel tiba-tiba ke kelas Ify dkk dan nyamperin Rio di mejanya.
“Sombong banget Yo sama gue.”sapa Iel tiba-tiba udah duduk di tempat Cakka.
“Ah ngga kok Yel. Lo aja sibuk mulu sama Via.”jawab Rio sambil senyum padahal dalem hati dia bingung banget tumben Iel nyamperin dia.
“Lo gak ke kantin Yo?”Tanya Iel mulai basa-basi.
“Ngga deh males. Lo sendiri?”Rio nanya balik. Dia sibuk sama Hp nya sendiri. Iel ngerasa garing.
“Cewek gue aja masih dikelasnya gini.”jawab Iel sambil natap Via yang lagi munggungin dia. “eh ke perpus yu! Udah lama kita gak ngobrol.”ajaknya langsung.
“Boleh.” Iel dan Rio pun langsung ke perpus dan mereka milih-milih buku. Setelah mendapat buku. Mereka duduk dan membacanya.
“Yo lo masih marah sama Ify?”Tanya iel saat mereka sedang asik membaca buku.
Rio mengangkat kepalanya yang asalnya menghadap ke buku sekarang menatap tajam Iel,“Lo cuman mau ngebahas ini ?.”tanyanya dingin lalu kembali lagi ke bukunya. Iel Cuma menghela nafas dan ikutan kembali baca.
“Sorry Yo.”jawab Iel. Rio mengangguk.
Sedangkan Ify udah panik setengah modar gara-gara dibujuk sama temen-temennya buat nyamperin Rio di perpus.
“Ify cepetan ke perpus nanti Rio keburu cabut.”bujuk Oik gak sabaran sambil noel-noel pundak Ify yang duduk didepannya.
“Gue belum siap.”jwabnya datar.
“Ayolah Fy, ada kita.”ujar Via menatap Ify dengan penuh harapan.
“Kalau dia ngapa-ngapain lo gue tonjok deh.”kali ini Agni angkat bicara.
“Aduh jantung gue udah keseringan terapi nih gara-gara Rio.”jawab Ify melas.
“Sekali ini Fy.”bujuk Via lagi.
“Ah gue takut gak mau ah.”Ify gak kalah maksa gak mau.
“Lo betah Fy kayak gini mulu?”Oik menimpali. Ify terlihat pasrah.
“Iyadeh.”ujar Ify akhirnya sambil tersenyum dan berjalan menuju perpus padahal hatinya ketar ketir gak jelas.
Mereka pun sampai di perpus. Iel yang sadar kehadiran mereka langsung ikutan gemeteran,‘bakalan ada yang heboh nih.’batin Iel. Ify dan lainnya langsung nyamperin Rio dan Iel yang duduk di pojok ruangan. Via dorong-dorong Ify biar nyamperin Rio. Iel ngegeser tempat duduknya biar Ify bisa duduk disebelah Rio. Akhirnya dengan pasrah Ify duduk dikursi yang disediain Iel tadi. Rio nggak sadar sama apa yang terjadi karena dia pasang headset dikupingnya dan dia lagi serius baca buku fiksi. Iel noel Rio dan Rio pun nyopotin headsetnya. Saat dia nengok ke arah Iel duduk tadi taunya ada Ify. Ify cuma nunduk.
“Yo. Lo masih marah sama gue?”Tanya Ify langsung. Tanpa terbata. Rio ngelanjutin bacanya tapi tanpa masang headsetnya.
“Hmmm.”guman Rio. Ify ngerasa jadi kacang.
“Sorry Yo, tapi apa lo mau kita kayak gini terus? Yang gue mau Cuma lo maafin gue. Udah. Apa susahnya si Yo?”ucap Ify yang sekarang natap Rio dengan nada sedikit tinggi. Rio malah tetep baca bukunya. Iel, Via, Agni, dan Oik Cuma bisa ngintipin mereka berdua.
“Lo kayak anak kecil tau Yo.”
“Lo fikir gampang maafin semua kesalahan lo itu? Lo kira gampang buat nyembuhin luka yang lo bikin itu? Semuanya ngebekas Fy! Gak segampang itu buat gue maafin lo. Gak segampang itu juga buat gue ngelupain semuanya. Apa lo fikir lo gak akan ngelakuin hal yang sama kalau lo ada di posisi gue?”Rio menatap tajam ify.
Semua emosi yang dia bendung selema ini keluar. Terlihat dari sorot matanya bahwa hatinya sedang membara. Ify menggigit bibir bawahnya.”jawab Fy!”
Penjaga perpustakaan berdeham.”Ini perpustakaan, kala mau rebut di lapangan.”ujarnya. Iel langsung bawa Rio ke kantin. Diikuti Via Agni dan Oik yang bawa Ify ke kantin juga.
Didudukannya Rio dan Ify saling berhadapan. Ify nunduk.
“Sorry Yo.”ucap Ify memecah keheningan.”gue gak nyangka masalahnya bakalan kayak gini.”air mata Ify mulai mengalir di pipinya.
Ingin rasanya Rio mengusap air mata Ify. Dia menyesal telah membuat orang yang amat disayanginya menangis. Tapi apa daya? Emosinya meluap.
“Gue cape Fy denger lo minta maaf terus ke gue. Gue harap lo sama kayak gue, lo bisa ngelupain semua tentang kita.”ucap Rio sembaro bangkit meninggalkan Ify dan yang lainnya. Via Agni dan Oik ngelus rambut Ify. Ify menahan laju air matanya. Iel gak tega salah satu sahabatnya mendapat perlakuan seperti itu.
“Nanti gue ngomong yah Fy sama Rio. Lo tenang aja.”ucap Iel menenangkan Ify.
“Gak usah yel, lo tadi denger kan dia mau gimana? Gue bakalan berusaha lupain dia dan gue bakalan nyoba buat nganggep dia gak ada di manapun gue berada.”jawab Ify yang mulai tenang. Iel cuma angkat bahu.
Malamnya Rio bener-bener pusing. Dia juga gak nyangka bakalan ngomong sebegitu kejamnya sama Ify. Padahal jauh di dalam hatinya dia sangat menyayangi Ify. Tapi apa? Kepercayaan yang selama ini ia berikan dihancurkan hanya karena obsesi Ify yang terlalu tinggi. Kecewa bukan main.
Ingin rasanya memulai lembaran baru dengan Ify yang akan menjadi temannya, tapi…itu tadi, luka di hatinya terlalu membekas hingga terlalu sulit untuk diobati padahal ada obat yang mampu mengobatinya. Seperti luka bakar yang melukai salah satu bagian kuliat, sangat enggan untuk diobati karena rasa perih yang sangat. Padahal ada obat yang mampu dengan jitu membuat luka itu mongering.“Maafin gue Fy, gue sayang sama lo.”
6 bulan berlalu dari kejadian Ify meminta maaf kembali pada Rio. Tak mau lagi Ify menatap wajah Rio walaupun hatinya masih miris dan ingat betul semua perkataan Rio. Tapi dia juga memenuhi permintan Rio yang menginginkannya untuk melupakannya. Walaupun terkadang Ify masih suka menangisi semuanya dikamarnya sambil menangis.
“Fy, pensi lo mau ngisi acara gak?”tawar Iel sang ketua osis saat mereka sedang berkumpul di kantin, jam istirahat. Ify yang sedang melamunkan Rio dibuat gelagapan.”Fy?”Tanya Iel lagi sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Ify.
“Kenapa Yel?”Tanya Ify sudah sadar.
“Lo mau ngisi acara gak buat pensi nanti? Bulan depan loh Fy.”jelas Iel lagi dengan suara lembut. Via Agni dan Oik cengar-cengir ngedenger suara Iel yang lembut banget.
“Emang siapa aja yang ngisi acara?”Tanya Ify sambil meminum es jeruknya.
“Gue Cakka Agni Debo ray yang adik kelas itu ngeband. Via sama Oik nyanyi duet. Tinggal lo nih.”jawab Iel sambil merangkul Via.
“Rio gak ngisi acara?”Tanya Ify yang bikin temen-temennya males jawab,”eh salah kok jadi dia.”ucap Ify sambil nepuk jidat, sadar akan ekspresi temen-temennya.
“Jangan maksain perasaan lo yah Fy. Kita tau gimana lo. Life must go on.”nasihat Via sambil tersenyum. Ify mengangguk mantap.
“Gue ngisi acara deh. Tapi gue nyanyi sendiri aja deh.”jawab Ify penuh senyum.
“Oke.”Iel mengacungkan jempolnya. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka.
1 minggu lagi pensi, Ify masih belum tau mau nyanyi lagu apaan. Dia lagi suka banget sama lagu Sherina yang Simfoni Hitam,‘masa nyanyi lagu itusih? Mellow banget’ batin Ify, ‘ah bodo amat deh yang penting tampil’. ‘cadangan lagu? Hem tangga aja deh yang terbaik untukmu.’batin Ify lagi. Ia berlatih sambil menyanyi dan memainkan piano.
Pensi pun datang. Ify sudah siap dengan pesiapannya yang cuma seminggu ini. Dia dapat tampil ke 12, iel sama band nya tampil di awal, tengah dan ujung, kalau Via Cuma pas nomer 22. penampilan Gabriel dan bandnya cukup menghibur. Dipembukaan mereka menyanyikan lagu sang Pemimpi nya Gigi. Penampilan mereka sangat energik. Akhirnya giliran Ify. Sebelum naik ke panggung, Ify menarik nafa sejenak. Dia meneliti orang-orang yang datang, yang dicari ternyata hadir, Rio. Ify berusaha menghilangkan ingatannya bahwa ada Rio disitu. Ia mulai bernyanyi sambil memainkan pianonya.
Malam sunyi ku impikanmu
Kulukiskan cinta bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dimimpimu?
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu Satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dihatimu?
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan
senduku
Tlah kubisikan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mii-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa, sentuh
hatimu?
Bila saja kau disisiku
Kan ku beri kau segalanya
Namun ntah di aku bertanya
Adakah aku dimimpimu
Tak bisakah kau sedikit saja dngar aku?
Dengar simfoni ku, simfoni hanya untukmu….
Suara Ify yang sangat bagus membuat orang-orang yang hadir di pensi bertepuk tangan. Awalnya Rio ingin tepuk tangan, tapi gengsi. Ify membungkuk mengucap salam. Ia segera turun dari panggung. Via ikut senang dengan penampilan sukses temannya itu.
“Lagunya…buat….Rio?”Tanya Oik hati-hati. Ify sebenernya gak ada niat. Tapi setelah dia teliti baris demi baris liriknya, Ify mengangguk.
“Buat siapapun itu yang penting lo keren!”ucap Via yang udah ngerasa gak enak sama kondisi sambil ngerangkul Ify ngajak buat duduk sambil minum.
Iel yang dari tadi bareng Cakka dan bandnya ternyata duduk sebelahan sama Rio. Dia memperhatikan Rio saat Ify bernyanyi. Rio cuma senyam senyum gak jelas.
“Buat lo tuh lagunya.”ucap Iel sembari menyenggol lengan Rio. Rio menatap Iel bingung.”Tanya mas google deh cari liriknya.”lanjutnya. Rio langsung buka opera mini di HP nya buat nyari ¬_¬ lagu tersebut. Dia baca dan….emang dia banget. Iel yang ada disampin Rio Cuma senyam-senyum.
“Selama ini lo gak jujur sama perasaan lo?”ucap Iel santai sambil menidurkan badannya dirumput. Mereka sedang berada di lapangan sekolah menunggu giliran tampil lagi. Rio menatap Iel seolah gak ngerti.“gak usah bohong deh sama gue, biar kita udah lama gak ngobrol, dulu kita sempet sahabatan Yo.”
Rio membuang muka dari wajah Iel, dia menatap lurus kedepan,“gue sendiri gak ngerti Yel.”jawabnya.
“Lo jangan egois dong Yo. Lo tau kan emosi tuh gak ada yang bisa ngalahin selain perasaan. Tapi lo nyoba buat ngubur perasaan itu dan terus ngebangkitin emosi lo. Gak usah munafik, lo sendiri sakit hati kan sama semua kelakuan lo ke dia? Mumpung belum terlambat Yo.”ucap Iel bijak yang masih menidurkan diri di rumput. Dia pandangi Rio dari belakang.
“Gue harap gue bisa.”jawab Rio lirih.
“Harus dong Yo.”jawab Iel yang kini telah mengganti posisinya menjadi duduk. Rio tersenyum ke arah Iel. Sivia dan Oik telah beres bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu Titi Dj feat Agnes yang‘Hanya Cinta yang Bisa’ dan membuat semua orang merinding.
Ify sangat puas dengan penampilan kedua sahabatnya.“keren.”komentar Ify . Via dan Oik tersenyum puas. Agni masih tidak bersama mereka karena masih latihan buat bandnya tampil di penutup acara.
Tak lama dan setelah 2 jam berlalu, pensi pun usai dan ditutup dengan penampilan mengejutkan dari Iel dan bandnya. Semua yang ada disitu bertepuk tangan. Acara pun usai. Saat semua perlatan sudah dibereskan, hujan turun. Sangat deras. Rio yang sedari tadi masih nungguin Cakka akhirnya gabung sama Cakka diruang panitia pegisi acara. Dia ngobrol sama Iel dan Cakka ngomongin rencana yang udah mereka susun tadi.
Ify, Agni, Via, dan Oik sedang ngobrolin masalah artis dan fashion. Tiba-tiba Iel keluar dari ruangan dan berlari ke arah lapangan. Padahal diluar ujan besar banget. Disusul Cakka dan Rio yang juga ujan-ujanan diluar. Via yang ngeliat kelakuan pacarnya yang kayak anak kecil langsung keluar diikuti Agni Ify dan Oik.
“Yel ngapain ujan-ujanan?”Tanya Via berteriak. Iel malah muter-muter gak jelas dibawah hujan. Untung gak ada petir.
Iel narik tangan Via biar ikutan basah. Akhirnya Via basah dan ikutan ujan-ujanan. Dan sampai akhirnya mereka semua ujan-ujanan. Ify sama sekali gak peduli ada Rio disitu.
“Biasanya kita bikin permohonan kalau bintang jatoh, kenapa ngga kalau bikin permohonan saat hujan datang?”ucap Cakka sambil terus muter-muter.
“Boleh.”jawab Iel.”Gue mau gue bisa langgeng sama Via dan bikin dia selalu bahagia.” lanjutnya sambil mengenggam tangan Via. Via tersenyum. Semua yang ada disitu meng-amini.
“Gue cuma pengen hidup gue bahagia tanpa ada cobaan.”ujar Agni kali ini sambil berteriak menatap langit.
“Gue pengen semua orang yang gue sayang bisa sayang balik sama gue…”ucap Cakka sok diplomatis.
“Gue cuman pengen hidup gue bersama orang-orang yang sayang sama gue.”ucap Oik.
“Gueeeeeeeeeee.”teriak Ify ragu, semua mata memperhatikan Ify, Ify memejamkan mata sembari merentangkan tangnnya dan matanya menuju langit,“Gue pengen, semua masalah di hidup gue pergi dengan air ujan yang udah ngebasahin tubuh gue
ini dan ngalir ke tempat yang jauh biar semuanya ilang.”ucapnya berteriak.
Semua mengamini setiap temannya membuat permohonan. Semua masih asik bemain air dan berputar-putar.
“Gueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee. Gue Cuma pengen biar Alyssa Ayaufika Umari bisa maafin gue.”teriak Rio sambil menatap Ify. Rio langsung dirangkul oleh Cakka dan Iel. Via Agni dan Oik melengos. Sedangkan Ify yang masih beputar sedikit sadar ada yang mengucap namanya.
“Ada yang manggil nama gue?”tanyanya.
“Gue.”jawab Rio. Ify mengehentikan putarannya. Dan menatap Rio.”Gue mau minta maaf sama lo Ify.”teriak Rio. Ify cuman senyum takut apa yang dia dnger Cuma bohongan.
“Kenapa Yo? Gue gak denger.”jawab Ify. Rio nyamperin Ify dan menatapa Ify tajam tapi lembut dengan penuh arti.
“Gue mau minta maaf sama semua kesalahan gue selama ini ke lo. Atas semua perlakuan kasar gue ke lo. Sebeneranya gue kayak gini karena gue masih sayang banget sama lo. Tapi gue tutupin itu dengan cara nyoba buat ngebenci lo.”terang Rio. Via, Agni, Iel, Oik dan Cakka bak menonton sebuah adegan drama romance.“Maafin gue Fy.”
Ify menangis terharu,”Harusnya gue yang minta maaf sama lo Yo. Gue udah maafin lo tanpa lo minta.”jawabnya.
“Lo mau gak jadi cewek gue lagi?”Tanya Rio yang bikin pipi Ify merah padam. Semua yang ada disitu langsung berkoor“terima terima”.
“Ify mengangguk kecil lalu Rio langsung memeluk Ify erat.
“Maafin gue yah Fy.”ucapnya sambil terus memeluk erat Ify.
“Gue yang slah. Maafin.”ujar Ify sambil melepaskan pelukannya dari Rio,”kita lupain semua nya yang udah berlalu kita mulai hidup yang baru. Oke?”ucap ify dengan senyuman yang sangat indah. Rio mengangguk. Mereka semua melanjutkan bermain hujan-hujanan sampai mereka puas.
***
-author: Dhita Liawaty Saputri
-facebook: Dhita Liawaty Saputri
-twitter: @dhitals
Ify memasuki kelasnya dan duduk di bangku yang sudah ada sahabatnya disitu, Sivia. Dibelakang ada Agni, dan teman barunya, Oik.
“Hey.”sapa Ify pada ketiga teman-tmennya. Dia menaruh tas dan langsung duduk mengumpul dengan teman-temanya.
“Hey Fy.”sapa Agni balik.
“Hari ini gak ada PR kan?”Tanya Ify memastikan.
“Ada kali Fy.”jawab Sivia dengan muka mengingatkan, “jangan bilang lo lupa. Pr mate Fy mate!”lanjutnya geregetan. Ify menepuk jidatnya,”mana mana gue liat.”ucapnya sambil sibuk mencari buku PR matenya.
“Yah elo Fy cepetan bell bentar lagi.”ujar
Oik sambil mukul-mukul meja pelan memberi semagat pada Ify biar cepetan.
Ify terus menyalin PR Via. Saat sedang asyik menyalin, satu kelas dibuat sepi mendadak karena kedatangan Bu Ira dan seorang murid baru yang tiba-tiba. Saat melihat wajah si murid baru, Agni dan Via langsung noel-noel Ify, sedangkan Ify masih berkutat dengan PR nya tanpa memperdulikan apa yang terjadi.
Oik bertanya pelan kepada Agni”ada apa sih Ag?”
“Itu…… Rio….mantan Ify.”jawab Agni. Ya, sebelumnya Oik memang sudah sering diceritakan tentang Rio. Oik mengintip Ify yang masih menyalin. Dia angkat bahu. Via masih geregetan pengen ngasih tau Ify.
“Anak-anak, kalian dapet temen baru.”ujar Bu Ira, Rio tampak malu-malu apa lagi dia belum tahu ada Ify disitu.
“Iya buuu.”jawab semuanya termasuk Ify, walau tangannya masih menulis mulutnya ikutan saja.
“Nama saya Mari Stevano Aditya Haling, kalian bisa panggil saya Rio.”ujar Rio sambil tersenyum manis. Seluruh siswa cewek terpesona dengan senyumannya itu. Para lelaki rebut membicarakannya karena wajahnya yang ganteng membuat para lelaki jadi tambah saingan.
Praaaaaaaaaaaaaang!
Bagai hati Ify baru saja ditaburi serpihan beling dan bubuk baja yang panas. Ify mendongakkan wajahnya dan melihat kedepan. Pulpen yang tadi dia pegang terlepas begitu saja ketika mendengar nama si lelaki. Rio masih belum menyadari kehadiran Ify, karena sedari tadi dia hanya menatap lurus pandangan kosong.
“Rio, kamu duduk di pojok sana yah sama Cakka.”ujar Bu Ira sambil menunjuk kursi kosong di sebelah Cakka.
"Baik bu.”Rio melangkahkan kaki dan duduk di sebelah Cakka.
“Gue Cakka.”ucap Cakka ramah sambil mengajak Rio berjabat tangan.
“Gue Rio.”jawabnya membalas uluran tangan Cakka.
Ify yang tau dia duduk sebarisan sama Rio langsung mati gaya. Takut-takut apa yang dia bakal lakuin malah berakibat memalukan.”Vi, itu Rio….pelangi gue?”tanyanya, suaranya lirih.
“Iya Fy.”jawab Via,”lo dari tadi gue toelin malah diem aja,”
“Gue pindah kelas deh.”ujarnya dengan muka memelas dan takut.
“Santai aja Fy santai.”bujuk Via sambil ngelus-ngelus pundak Ify.
“Santai sih santai, masalahnya gue jadi gak tenang.”Ify semakin menggerutu.
Bu Ira yang sekaligus guru matematika memperhatikan Ify dan Via dari tadi. "Alyssa, Sivia, kalau mau ngobrol silahkan keluar.”ucapnya sambil menatap tajam mereka. Ify dan Via langsung diam dan memulai pelajaran.
“Keluarkan PR kalian, kumpulkan. Hari ini kita bahas bab selanjutnya.”terang Bu Ira. Karena Ify takut banget buat ngelangkah, dia nitipin buknya ke Via,
“untung tadi si ibu manggilnya Alyssa bukan Ify.”batin Ify.
Pelajaran pun diumulai.. Setelah melewati 4 jam pelajaran bell istirahat pun berbunyi. Ify yang awalnya ragu buat ke kantin terpaksa ke kantin dari pada di kelas terus, bareng Rio.
“Muka lo pucet amat Fy?”Tanya Iel yang sekarang lagi ngumpul bareng Sivia, Agni, Oik dan Obiet. Biasanya Cakka juga suka bareng, tapi karena ada Rio, jadi dia bareng sama Rio.
“Rio pindah ke sekolah kita.”ucap Via menjawab pertanyaan Iel. Iel langsung melengo.
“Tepatnya kelas kita.”tambah Agni, Iel tambah melengo.
“Stres nih gue lama-lama.”ucap Ify sambil memegangi kepalanya.
“Santai Fy santai.”ujar Iel yang udah lumayan sadar,”siapa tau dia udah lupa sama lo.”tambahnya yang langsung ddinjek kakinya sama Agni.”sakit Ag.”rintihnya.
“Ih Yel jahat banget dia lupa sama gue.”ujar Ify makin hopeless dan males.
“Aduh gak gitu juga Fy.”Iel merasa serba salah, dia garuk-garuk kepala.
“Udah, mending lupain dulu aja anggep gak ada Rio ataupun siapalah itu.”usul Oik yang langsung disetujui sama teman lainyya dengan mengangguk. Ify diem aja.
Bell tanda masuk pun berbunyi. Mereka semua masuk kelas dan berpisah dengan Obiet dan Iel. Mereka tidak sekelas.
“Bu Ucie gak masuk, katanya anaknya sakit.”teriak Sion sang ketua kelas di depan kelas. Anak-anak langsung kegirangan dan mencar ke meja teman yang lainnya. Ada yang sibuk sama HP, iPod, ada yang asik ngobrol. Ify menidurkan kepalanya diatas lenganya. Dia membenamkan wajahnya. Sivia asik ngobrolin fashion sama Oik, sedangkan Agni sibuk sama iPodnya.
Sion mengahmpiri Ify dan langsung menepuk pundaknya,“Fy.”
Ify langsung mengangkat wajahnya dengan keadaan rambut yang acak-acakan,“kenapa Yon?”
“Katanya tadi Bu Ira bilang ke gue, lo sama tu anak baru dipanggil ke ruangannya.”jelas Sion,sontak Ify langsung kaget.
“Ihhhh ngapain?”Tanya Ify dengan wajah takut, “ogah ah.”
“Kenapa emang Fy? Sekalian kenalan Fy dia cakep.”bujuk sion, sebenarnya dia yang dipanggil Bu Ira, tapi Sion tau palingan masalah kelas, jadi dia serahin ke Ify. Ify adalah wakil ketua kelas.
"Ihh ngga mau ah lo aja.”tolak Ify lagi.
“Orang lo yang dipanggil, kok gue?”
“Udah cepetan.”ujar Sion narik tangan Ify biar berdiri. Ify pun berdiri.
“Gue langsung ke ruangan Bu Ira yah, lo yang bilang kalau dia disuruh kesana”ucap Ify sambil berlalu. Sion mau nyegat Ify tapi percuma. Alhasil dia nyamperin Rio dan bilang.
Setibanya di ruangan Bu Ira Ify langsung ijin duduk di kursi depan Bu Ira. Tangannya keringetan, jelas, Rio sesaat lagi bakalan duduk disebelah dia.
“Rio mana Alyssa?”Tanya Bu Ira yang ngeliat Ify dateng sendirian.
“Bentar lagi juga dateng bu, tadi gak bareng.”jawab Ify seadanya. Tak lama Rio datang dan duduk disebelah Ify. Ify nunduk. Rio belum sadar kalau sebelahnya Ify, mantan kekasihnya.
“Hem Rio, kamu udah kenalan sama Alyssa?”Tanya si Ibu,’ah ampus gue’batin Ify.
“Belum bu.”jawab Rio melirik ke arah Ify, Ify masih nunduk.
“Ini Alyssa, wakil ketua kelas kamu.”ucap Bu Ira, Ify tersenyum tapi langsung dia menunduk lagi, ‘kayak kenal deh’ batin Rio.
“Alyssa sebelumnya ibu mau bilang sama kamu, tolong bikin agenda kelas dan seluruh kebutuhan kelas yah, kamu bisa minta tolong sama sie lainnya. Dan buatkan ibu laporan tiap bulan tentang keadaan kelas.”perintah Bu Ira, Ify mengangguk. “baiklah kamu bisa keluar, Ibu masih ada urusan sama Rio.” Ify langsung keluar. Dia masih menundukan kepalanya. Rio memperhatikan Ify dengan mata menyipit,‘aneh’ batinnya.
Setelah keluar dari ruangan Bu Ira, Ify langsung lari ke kantin. Menenangkan fikirannya yang tadi sempet terapi karena Rio duduk disebelahnya. Dia memesan es teh manis kepada ibu kantin. Tak lama terlihat Sivia dan Agni datang. Emang niat Via dan Agni mau ngadem di kantin.
“Kenapa Fy? Muka lo pucet banget?”Tanya Agni yang udah duduk didepan Ify, “tadi juga lo kemana? Tiba-tiba ngilang.”tambahnya.
“Kalian pada sibuk sendiri sih, tadi gue dipanggil sama Bu Ira.”jawab Ify setelah menyerudup Es Tehnya.
“Ngapain?”Tanya Via setelah mendapat Jus Sirsak yang baru dipesannya. Ify menceritakan semua tetek bengeknya.
“Untung Rio gak sadar.”ucap Via.
“Cepet atau lambat Rio bakalan tau.”timpal Agni, Ify menselonjorkan tangannya di meja kantin.
“Gak tau deh Ag, susah susah gue ngehapus Rio di ingatan gue, eh malah muncul lagi.”lirih Ify.
“Santai aja Fy, siapa tau dia udah maafin lo.”ujar Via sambil nepuk-nepuk pundak Ify.
“Semoga deh ya.”
Keesokan harinya Ify dateng telat. Ini gara-gara adiknya si Deva yang lama mandinya kayak luluran. Untung banget gerbang sekolah belum ditutup. Padahal tinggal selangkah lagi gerbang ketutup.
“Eits tahan Pak.”ujar Ify langsung lari masuk kedalam sekolah. Karena dia lari dan kurang memperhatikan jalan, dia nabrak seseorang, (banyak banget yah cerita yang ada tabrakannya gini, cems).
“Sorry-sorry.”ujar Ify sambil membenarkan tali sepatunya yang sempat copot.
“Iya gak apa-apa.”jawab si korban sambil mebenarkan bajunya gara-gara ketabrak Ify. Ify langsung berdiri da menegakkan wajahnya. Dilihat wajah si korban.“Mampus RIO!’batin Ify. Rio yang tau itu Ify malah langsung buang muka dan jalan dengan tatapan angkuh.
“Tuhan, baru ketemu gue sedetik doangan natapnya gitu banget.”batin Ify meringis. Dia berjalan di belakang Rio yang notabene nya mereka sekelas.
Ify duduk di kursinya. Rio memperhatikan Ify dari belakang tempatnya duduk,“ah cupu banget gue sekelas sama dia.”batin Rio, dia teringat sesuatu.
“Cak, Alyssa wakil ketua kelas kita itu ,Ify?”Tanya Rio pada Cakka yang lagi asyik sama HP nya. Dia menyebut nama Ify dengan penuh nada jiji.
“Hmmmm.”jawab Cakka yang masih asik dengan HP nya. “berarti dia yang kemarin.”batin Rio.
“Lo kenapa Fy? Kayak abis ketemu sama Noordin.”ucap Via ngeliat muka Ify pias banget.
“Ini lebih dari Noordin.”ucap Ify sambil mengelus dadanya.
“Dokter azhari?”tambah Via, Ify menggeleng.”terus?”
“R.I.O.”Ify mengeja nama rio.
“Dari kemaren juga udah ketemu kan Fy?”
“Tadi gue nabrak dia, dan dia ngeliat muka gue.”ujar Ify menjelaskan sambil nutupin mukanya pake telapak tangannya.“Dia tau gue.”Ify melepaskan telapak tangannya dan menatap Via,”pas dia ngeliat gue, dia kayak ngeliat bangkai tau gak. Hue pindah kelas nih gue. Harus.”
“Tenang Fy tenang. Coba lo minta maaf sama dia.”
Ify menatap Via dengan kening dikerutkan,“Hah? Apa? Coba ulang?”
“Ya kenapa lo gak nyoba minta maaf lagi Fy?”ulang Via sambil mengangkat bahu.
“Ngga deh ngga.”jawabnya sambil menidurkan kepalanya di meja.
“Siapa tau dia mau maafin gue dan hubungan lo sama dia kembali kayak dulu.”
“Gue gak siap, aduuuuh.”
“Lo mau kayak gini mulu?”Via makin gak ngerti sama jalan fikiran Ify, “nanti gue bantu.” Percakapan di akhiri karena guru pelajaran datang.
Seminggu berlalu, Ify sama Rio masih kayak orang gak kenal, tiap ketemu malah buang muka. Awalnya Ify sedih banget, tapi makin kesini dia juga buang muka kalau ketemu Rio. Malam ini Ify susah banget buat tidur. Dia masih nyalain laptopnya, chatting sama Iel.
Stevent Damanik : tidur Fy, gila lo dah jam 1
Alyssa Syaufika : mata gue gakbisa merem
Alyssa Syaufika : lo sendiri?
Stevent Damanik : gue ngurusin proposal buat pensi dulu fy, maklum ketos hehehehe -_-
Alyssa Syaufika : sok sibuk lo
Stevent Damanik : eh betewe, gimana Rio?
Alyssa Syaufika : hah?
Alyssa Syaufika : ngapain lo nanyain dia?
Stevent Damanik : udah maafan belum?
Alyssa Syaufika : sumpdemap gue bingung sama lo, lo bilang jangan minta maaf, sekarang malah nanya, oh God
Stevent Damanik : iya sih fy
Stevent Damanik : eh gue molor yah. Bye!
Stevent Damanik is now offline
“gak asik ah iel.”ucap Ify ngomong sendiri, akhirnya dia matiin laptop dan ambil iPod buat nina boboin dia tidur. Playlist nya langsug muter lagu Sherina- Simfoni Hitam
Malam sunyi ku impikanmu
Kulukiskan cinta bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dimimpimu?
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu Satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dihatimu?
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah kubisikan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa, sentuh hatimu?
Bila saja kau disisiku
Kan ku beri kau segalanya
Namun ntah di aku bertanya
Adakah aku dimimpimu?
Tak bisakah kau sedikit saja dngar aku?
Dengar simfoni ku, simfoni hanya untukmu….
Ify ketiduran karena lagu cukup mellow dan telah membuat dia cukup mengingat Rio kembali. Keeseokan harinya Ify bangun tepat waktu. Dia berjalan dengan wajah ceria. Dia melangkahkan kaki menuju kelasnya, sebelumnya dia mengintip sebentar memastikan Rio sudah ada atau belum ,'untung belum dateng’. Dengan santai dia berjalan mendekati Via, teman sebangkunya. Dia duduk dikursinya, menaruh tasnya dan menghadap ke belakang, agar bisa mengobrol dengan Agni dan Oik yang sedari tadi sedang bercakap dengan Via.
“Fy ke perpus dulu deh kita mau ngomong.”ucap Oik yang sepertinya sudah direncanakan dengan yang lainnya.
“Mumpung bell masih lama Fy.”timpal Agni. Ify pun mengangguk. Mereka berempat bangkit dari duduknya dan berjalan menuju perpustakaan yang letaknya di ujung lorong. Saat melangkahkan kaki keluar kelas, Ify berpapasan dengan Rio. Reflek Ify langsung nunduk, sedangkan Rio? Terus berjalan seperti tidak ada apa-apa. Via langsung melirik Agni dan Oik, mereka kompak angkat bahu. Akhirnya mereka pun sampai di perpustakaan.
Mereka duduk di tempat lesehan yang berada di balik rak-rak buku.
“Fy, kapan lo mau minta maaf lagi sama Rio?”Tanya Agni langsung to the point.
Ify menegadah wajahnya yang sedari tadi nunduk.“gue pengen secepatnya, tapi gue belum siap liat balesan dia.”
“Nyoba lagi Fy, gak apa-apa. Ini murni kesalahan lo. Jadi wajar kok kalau lo minta maaf terus.”timpal Via. Ify tersenyum.
“Kebetulan Fy, Iel kan ketos, dia minta data ulang anak-anak yang ikutan ekskul. Dan lo kan sekertaris, jadi yang ngurusin data ulang kelas kita itu lo. Jadi ya kesempatan lo buat ngajak Rio ngomong.”jelas Oik pajang lebar hanya dalam satu tarikan nafas.
“Sekarang?”Ify memastikan.
“Tahun depan Fy.”ucap Agni malesin.”sekarang lah Fy, paling nanti siang Iel keliling kelas buat ngasih tau.”tambahnya.
Bell pun berbunyi. Mereka berempat langsung ke kelas. Saat memasuki kelas Ify menunduk lagi, diintipnya Rio melalui celah matanya, Rio sedang asik mengobrol dengan Cakka. Semenjak ada Rio, Cakka jarang gabung sama Ify dkk.
Istirahat pun berlangsung. Ify dkk bergegas menuju kantin. Obiet dan Iel belum tampak. Mereka duduk di tempat biasa. Tak lama Iel dan Obiet datang.
“Tidur jam berapa lo semalem?”Tanya Iel yang sudah duduk disebelah Via, ya mereka masih jadian.
“Gak lama lo off gue tidur kok.”jawab Ify sambil menyuap mie ayamnya.
“Emang abis ngapain?”Tanya Oik bingung.dia hanya memakan rotinya.
“Tuh.”ucap Iel menunjuk Ify dengan dagunya,”jam 1 masih aja ol fb.”
“Hehehe” Ify nyengir kuda.
Mereka berenam pun mengobrol layaknya sahabat-sahabat biasanya.
Bell masuk tanda istiraha usai berbunyi. Mereka berpisah. Saat jam pelajaran ke 5, Iel dan temannya, Riko salah satu anak OSIS juga mengetuk pintu kelas Ify dkk, dia izin pada guru yang sedang tugas mengajar karena akan memberi pengumuman. Iel malah langsung ngasih senyum ke Via, Via membalasnya. Anak-anak langsung berkoor.
“Hem karena sekarang taun ajaran baru saya meminta setiap kelas mendata ulang ekskul apa saja yang diikuti oleh tiap anak.”jelas Riko lantang.”boleh ngeganti ekskulnya kok. Boleh tetep.”lanjutnya.
“Setiap kelas semua murid di data sama sekertaris. Sekertaris kelas ini Ify kan?”Tanya Iel yang emang udah tau, Ify ngangguk. “Kamu nanti ngedata semuanya. Tanyain langsung ke setiap anak. Besok serahin ke ruang OSIS.”tambahnya. Ify mengangguk.
“Terimakasih.”ucap Riko. Ia dan Iel langsung meninggalkan kelas.
Pelajaran ke 5-6 pun berakhir. Tinggal 1 mata pelajaran lagi di jam 7-8. kebetulan guru bidang study gak masuk. Ify langsung nanya-nanyain semua ekskul yang diikuti anak-anak sekelas.
“Agni, lo basket aja, Oik musik, Via basket sama cheers, gue basket musik, Nova musik sama voli…….”seterusnya Ify mendata anak-anak sambil berkutat dengan pensil dan kertasnya. Saat melangkahkan kaki menuju meja paling ujung, langkahnya ragu.
“Gue baket sama musik.”ceplos Cakka yang udah tau Ify mau nanyain ini, padahal Ify belum sampai dimejanya banget. Akhirnya Ify mendekatkan langkahnya menuju meja Cakka, “basket sama apa Cak?”Tanya Ify sekali lagi, keadaan kelas sedang gaduh , jadi kurang terdengar. Detak jantung Ify sangat tidak wajar.
“Ama musik Alyssa.”jawab Cakka. Ify manggut-mangu sambil menunduk mencatat sesuatu di kertasnya,“Rio gak lo Tanya?”Tanya cakka heran
Ify gelagapan, “Oh Iya? Lo ekskul apa, Yo?”Tanya Ify terbata-bata. Wajahnya pias. Tenaga untuk berdiri sudah tidak ada.
“Basket aja.”jawab Rio cuek sambil terus memainkan BB nya. Ify langsung meninggalkan meja Cakka dan Rio sambil mengucapkan“Thanks”ucapnya judes. Cakka geleng-geleng kepala dibuatnya. Oik, Agni, dan Via yang merhatiin Ify Cuma cekikikan. Ify langsung ngacir ke kantin disusul ketiga sahabatnya.
“SUMPAH RIO NGESELIN!”rutuk Ify sambil mukul-mukul meja kantin.
"Neng nanti mejanya rusak.”ucap si Mbo kantin, Ify Cuma senyum. Si Mbo kayaknya dari tadi takut banget mejanya rusak.
“GUE BENCI SAMA DIAAAAAAAAAAA!”kali ini Ify berteriak tapi tidak besar banget suaranya.
“Mending lo lurusin deh masalahnya.”ucap Agni udah gak betah sama masalah temannya.
“Gue benci sama dia. Dia bener-bener gak ngehargain permintaan maaf gue sedikit pun! Tapi….gue sayang diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.”ucap Ify sedkiit berteriak. Ify hampir menitikan air matanya.
“Gue punya nomer HP nya. Mending nanti malem lo SMS dia. Lo omongin.”ucap Oik sambil menunjukan nomer Rio di HP nya. Ify langsung mencatat nomer Rio di HP nya dengan ragu.
Malamnya Ify bimbang banget. Dilema.“Minta maaf jangan? Sms? Telfon? A shit banget lo Yo bikin gue stress!“ucap Ify sambil bolak-balik gak jelas di kamarnya sambil memegangi HP nya. Akhirnya dia meraba-raba keypad nya mengetik kata-kata yang pas untuk meminta maaf. Setelah berulang kali di upgrade, akhirnya dia mantap dengan ketikannya,
Yo, ini gue Ify. Lo masih marah sama gue? Lo masih gak bisa maafin yang dulu? Sorry yo. Gue kira dengan berjalannya waktu lo bisa sedikit2 lupa sama masalah itu dan maafin gue. Gue gak enak kali gini terus. Gue ngerasa kita kayak musuh besar. Gue ngerasa selama ini ada yang ngeganjel. Ada batu raksaksa yang ngeganjel di hati gue, itu batu bisa keangkat setelah lo maafin gue. Please yo maafin gue. Gue gak mau kayak gini terus.
Ify langsung nyari nama Rio di kontaknya.
“Bismillahirahmanirrahim.”ucap Ify sambil menekan tombol ‘Send’. Ify langsung tiduran pasrah ditempat tidurnya. Gak mau berharap kalau-kalau Rio bakalan bales SMS nya.
Sedangkan Rio yang lagi asik mainin gitarnya sambil genjrang-genjreng gak jelas kaget banget ada sms di HP nya. ‘tumben ada yang sms gue, biasanya ni hp kayak kuburan sepinya’ batin Rio. Disambarnya HP yang ia simpan dibalik bantalnya. Ia melihat nomer si pengirim di disiplay message itu,‘siapa nih?’batinnya sambil mengerutkan keningnya. Dibacanya sms itu. Kaget. Rio membaca sms itu dengan teliti. Sebenernya dia udah ogah-ogahan buat baca itu sms, tapi ya penasaran.
“Sorry Fy.”lirih Rio.”gue bener-bener gak ada niat buat giniin lo. Gue pengen banget buat maafin lo. Tapi gue masih sakit hati banget fy. Dan sampai sekarang gue masih sayang sama lo, tapi gue tutupin itu dengan nyoba buat
benci sama lo. Gue terlanjur sayang banget sama lo waktu itu setelah lo ngecewain gue, gue sakit banget. Gue benci sama lo tapi gue juga sayang sma lo. Maafin gue Fy. Gue harap suatu saat hubungan kita bakalan membaik.”batin Rio. Dia tidak ada niatan sedikitpun buat bales sms Ify. Dia lanjutin main gitarnya.
Keesokan harinya Ify gak tau bakalan gimana di sekolah dengan fakta bahwa semalam dia baru saja sms Rio. Uwow! Dia berjalan dengan gontai menuju kelas dan langsung mengajak ketiga sahabatnya ke perpustakaan, tempat yang enak buat menyendiri.
“Rio gak bales sms gue.”ucap Ify to the point. Agni Via sama Oik menatap Ify iba.
“Minta maaf langsung aja deh Fy.”usul Oik. Ify langsung melongo.
"Aduh Ik, buat sms dia aja butuh waktu 3776712 menit buat ngumpulin mental, nah ii? Bisa 927364561271 menit kali.”ucap Ify asal disambut cekikikan dari Agni.
“Tapi kayaknya mendingan langsung deh Fy.”ucap Via setuju dengan pendapat Oik.”Lo kan baru minta maaf sekali ke dia kalau secara langsung, yah dicoba gak apa-apa kok Fy.”lanjutnya.
Tiba-tiba Iel datang dan langsung duduk di lahan yang tersedia.
“Ngapain kesini?”Tanya Ify jutek.
“Santai Fy. Tadi gue abis ngembaliin buku. Lo kenapa?”Tanyanya balik, “ada apaa?”
“Biasa. Siapa lagi sih.”ucap Via santai. Ify menidurkan kepalanya di meja.
“Kenapa lagi?”Tanya Iel masih penasaran. Akhirnya Oik menceritakan semuanya kepada Iel. Agni Iel dan Via manggut-manggut.
“Minta maaf secara langsung lagi juga gak apa-apa kok Fy. Gue cowok loh.”Iel mengeluarkan pendapatnya.
“Yang ada nanti gue gak ditanggepin. Heeeeu.”ucap IIfy sambil membuang nafas panjang.
“Dicoba apa susahnya sih Fy?”Tanya Agni, Ify Cuma ngangkat bahu.
“Gue juga udah lama gak ngobrol sama Rio, nanti gue ajak dia ke perpus, terus nanti lo kesini deh. Oke?”usul Iel. Ify Cuma ngangguk-ngangguk.
Akhirnya istirahat pun tiba. Sivia, Ify, Oik, dan Ify gak ke kantin. Mereka nenangin Ify biar nanti pas minta maaf gak grogi. Ify nya sih udah males-malesan aja. Sedangkan Iel tiba-tiba ke kelas Ify dkk dan nyamperin Rio di mejanya.
“Sombong banget Yo sama gue.”sapa Iel tiba-tiba udah duduk di tempat Cakka.
“Ah ngga kok Yel. Lo aja sibuk mulu sama Via.”jawab Rio sambil senyum padahal dalem hati dia bingung banget tumben Iel nyamperin dia.
“Lo gak ke kantin Yo?”Tanya Iel mulai basa-basi.
“Ngga deh males. Lo sendiri?”Rio nanya balik. Dia sibuk sama Hp nya sendiri. Iel ngerasa garing.
“Cewek gue aja masih dikelasnya gini.”jawab Iel sambil natap Via yang lagi munggungin dia. “eh ke perpus yu! Udah lama kita gak ngobrol.”ajaknya langsung.
“Boleh.” Iel dan Rio pun langsung ke perpus dan mereka milih-milih buku. Setelah mendapat buku. Mereka duduk dan membacanya.
“Yo lo masih marah sama Ify?”Tanya iel saat mereka sedang asik membaca buku.
Rio mengangkat kepalanya yang asalnya menghadap ke buku sekarang menatap tajam Iel,“Lo cuman mau ngebahas ini ?.”tanyanya dingin lalu kembali lagi ke bukunya. Iel Cuma menghela nafas dan ikutan kembali baca.
“Sorry Yo.”jawab Iel. Rio mengangguk.
Sedangkan Ify udah panik setengah modar gara-gara dibujuk sama temen-temennya buat nyamperin Rio di perpus.
“Ify cepetan ke perpus nanti Rio keburu cabut.”bujuk Oik gak sabaran sambil noel-noel pundak Ify yang duduk didepannya.
“Gue belum siap.”jwabnya datar.
“Ayolah Fy, ada kita.”ujar Via menatap Ify dengan penuh harapan.
“Kalau dia ngapa-ngapain lo gue tonjok deh.”kali ini Agni angkat bicara.
“Aduh jantung gue udah keseringan terapi nih gara-gara Rio.”jawab Ify melas.
“Sekali ini Fy.”bujuk Via lagi.
“Ah gue takut gak mau ah.”Ify gak kalah maksa gak mau.
“Lo betah Fy kayak gini mulu?”Oik menimpali. Ify terlihat pasrah.
“Iyadeh.”ujar Ify akhirnya sambil tersenyum dan berjalan menuju perpus padahal hatinya ketar ketir gak jelas.
Mereka pun sampai di perpus. Iel yang sadar kehadiran mereka langsung ikutan gemeteran,‘bakalan ada yang heboh nih.’batin Iel. Ify dan lainnya langsung nyamperin Rio dan Iel yang duduk di pojok ruangan. Via dorong-dorong Ify biar nyamperin Rio. Iel ngegeser tempat duduknya biar Ify bisa duduk disebelah Rio. Akhirnya dengan pasrah Ify duduk dikursi yang disediain Iel tadi. Rio nggak sadar sama apa yang terjadi karena dia pasang headset dikupingnya dan dia lagi serius baca buku fiksi. Iel noel Rio dan Rio pun nyopotin headsetnya. Saat dia nengok ke arah Iel duduk tadi taunya ada Ify. Ify cuma nunduk.
“Yo. Lo masih marah sama gue?”Tanya Ify langsung. Tanpa terbata. Rio ngelanjutin bacanya tapi tanpa masang headsetnya.
“Hmmm.”guman Rio. Ify ngerasa jadi kacang.
“Sorry Yo, tapi apa lo mau kita kayak gini terus? Yang gue mau Cuma lo maafin gue. Udah. Apa susahnya si Yo?”ucap Ify yang sekarang natap Rio dengan nada sedikit tinggi. Rio malah tetep baca bukunya. Iel, Via, Agni, dan Oik Cuma bisa ngintipin mereka berdua.
“Lo kayak anak kecil tau Yo.”
“Lo fikir gampang maafin semua kesalahan lo itu? Lo kira gampang buat nyembuhin luka yang lo bikin itu? Semuanya ngebekas Fy! Gak segampang itu buat gue maafin lo. Gak segampang itu juga buat gue ngelupain semuanya. Apa lo fikir lo gak akan ngelakuin hal yang sama kalau lo ada di posisi gue?”Rio menatap tajam ify.
Semua emosi yang dia bendung selema ini keluar. Terlihat dari sorot matanya bahwa hatinya sedang membara. Ify menggigit bibir bawahnya.”jawab Fy!”
Penjaga perpustakaan berdeham.”Ini perpustakaan, kala mau rebut di lapangan.”ujarnya. Iel langsung bawa Rio ke kantin. Diikuti Via Agni dan Oik yang bawa Ify ke kantin juga.
Didudukannya Rio dan Ify saling berhadapan. Ify nunduk.
“Sorry Yo.”ucap Ify memecah keheningan.”gue gak nyangka masalahnya bakalan kayak gini.”air mata Ify mulai mengalir di pipinya.
Ingin rasanya Rio mengusap air mata Ify. Dia menyesal telah membuat orang yang amat disayanginya menangis. Tapi apa daya? Emosinya meluap.
“Gue cape Fy denger lo minta maaf terus ke gue. Gue harap lo sama kayak gue, lo bisa ngelupain semua tentang kita.”ucap Rio sembaro bangkit meninggalkan Ify dan yang lainnya. Via Agni dan Oik ngelus rambut Ify. Ify menahan laju air matanya. Iel gak tega salah satu sahabatnya mendapat perlakuan seperti itu.
“Nanti gue ngomong yah Fy sama Rio. Lo tenang aja.”ucap Iel menenangkan Ify.
“Gak usah yel, lo tadi denger kan dia mau gimana? Gue bakalan berusaha lupain dia dan gue bakalan nyoba buat nganggep dia gak ada di manapun gue berada.”jawab Ify yang mulai tenang. Iel cuma angkat bahu.
Malamnya Rio bener-bener pusing. Dia juga gak nyangka bakalan ngomong sebegitu kejamnya sama Ify. Padahal jauh di dalam hatinya dia sangat menyayangi Ify. Tapi apa? Kepercayaan yang selama ini ia berikan dihancurkan hanya karena obsesi Ify yang terlalu tinggi. Kecewa bukan main.
Ingin rasanya memulai lembaran baru dengan Ify yang akan menjadi temannya, tapi…itu tadi, luka di hatinya terlalu membekas hingga terlalu sulit untuk diobati padahal ada obat yang mampu mengobatinya. Seperti luka bakar yang melukai salah satu bagian kuliat, sangat enggan untuk diobati karena rasa perih yang sangat. Padahal ada obat yang mampu dengan jitu membuat luka itu mongering.“Maafin gue Fy, gue sayang sama lo.”
6 bulan berlalu dari kejadian Ify meminta maaf kembali pada Rio. Tak mau lagi Ify menatap wajah Rio walaupun hatinya masih miris dan ingat betul semua perkataan Rio. Tapi dia juga memenuhi permintan Rio yang menginginkannya untuk melupakannya. Walaupun terkadang Ify masih suka menangisi semuanya dikamarnya sambil menangis.
“Fy, pensi lo mau ngisi acara gak?”tawar Iel sang ketua osis saat mereka sedang berkumpul di kantin, jam istirahat. Ify yang sedang melamunkan Rio dibuat gelagapan.”Fy?”Tanya Iel lagi sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Ify.
“Kenapa Yel?”Tanya Ify sudah sadar.
“Lo mau ngisi acara gak buat pensi nanti? Bulan depan loh Fy.”jelas Iel lagi dengan suara lembut. Via Agni dan Oik cengar-cengir ngedenger suara Iel yang lembut banget.
“Emang siapa aja yang ngisi acara?”Tanya Ify sambil meminum es jeruknya.
“Gue Cakka Agni Debo ray yang adik kelas itu ngeband. Via sama Oik nyanyi duet. Tinggal lo nih.”jawab Iel sambil merangkul Via.
“Rio gak ngisi acara?”Tanya Ify yang bikin temen-temennya males jawab,”eh salah kok jadi dia.”ucap Ify sambil nepuk jidat, sadar akan ekspresi temen-temennya.
“Jangan maksain perasaan lo yah Fy. Kita tau gimana lo. Life must go on.”nasihat Via sambil tersenyum. Ify mengangguk mantap.
“Gue ngisi acara deh. Tapi gue nyanyi sendiri aja deh.”jawab Ify penuh senyum.
“Oke.”Iel mengacungkan jempolnya. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka.
1 minggu lagi pensi, Ify masih belum tau mau nyanyi lagu apaan. Dia lagi suka banget sama lagu Sherina yang Simfoni Hitam,‘masa nyanyi lagu itusih? Mellow banget’ batin Ify, ‘ah bodo amat deh yang penting tampil’. ‘cadangan lagu? Hem tangga aja deh yang terbaik untukmu.’batin Ify lagi. Ia berlatih sambil menyanyi dan memainkan piano.
Pensi pun datang. Ify sudah siap dengan pesiapannya yang cuma seminggu ini. Dia dapat tampil ke 12, iel sama band nya tampil di awal, tengah dan ujung, kalau Via Cuma pas nomer 22. penampilan Gabriel dan bandnya cukup menghibur. Dipembukaan mereka menyanyikan lagu sang Pemimpi nya Gigi. Penampilan mereka sangat energik. Akhirnya giliran Ify. Sebelum naik ke panggung, Ify menarik nafa sejenak. Dia meneliti orang-orang yang datang, yang dicari ternyata hadir, Rio. Ify berusaha menghilangkan ingatannya bahwa ada Rio disitu. Ia mulai bernyanyi sambil memainkan pianonya.
Malam sunyi ku impikanmu
Kulukiskan cinta bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dimimpimu?
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu Satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku dihatimu?
Tlah ku nyanyikan alunan-alunan
senduku
Tlah kubisikan cerita-cerita gelapku
Tlah ku abaikan mii-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa, sentuh
hatimu?
Bila saja kau disisiku
Kan ku beri kau segalanya
Namun ntah di aku bertanya
Adakah aku dimimpimu
Tak bisakah kau sedikit saja dngar aku?
Dengar simfoni ku, simfoni hanya untukmu….
Suara Ify yang sangat bagus membuat orang-orang yang hadir di pensi bertepuk tangan. Awalnya Rio ingin tepuk tangan, tapi gengsi. Ify membungkuk mengucap salam. Ia segera turun dari panggung. Via ikut senang dengan penampilan sukses temannya itu.
“Lagunya…buat….Rio?”Tanya Oik hati-hati. Ify sebenernya gak ada niat. Tapi setelah dia teliti baris demi baris liriknya, Ify mengangguk.
“Buat siapapun itu yang penting lo keren!”ucap Via yang udah ngerasa gak enak sama kondisi sambil ngerangkul Ify ngajak buat duduk sambil minum.
Iel yang dari tadi bareng Cakka dan bandnya ternyata duduk sebelahan sama Rio. Dia memperhatikan Rio saat Ify bernyanyi. Rio cuma senyam senyum gak jelas.
“Buat lo tuh lagunya.”ucap Iel sembari menyenggol lengan Rio. Rio menatap Iel bingung.”Tanya mas google deh cari liriknya.”lanjutnya. Rio langsung buka opera mini di HP nya buat nyari ¬_¬ lagu tersebut. Dia baca dan….emang dia banget. Iel yang ada disampin Rio Cuma senyam-senyum.
“Selama ini lo gak jujur sama perasaan lo?”ucap Iel santai sambil menidurkan badannya dirumput. Mereka sedang berada di lapangan sekolah menunggu giliran tampil lagi. Rio menatap Iel seolah gak ngerti.“gak usah bohong deh sama gue, biar kita udah lama gak ngobrol, dulu kita sempet sahabatan Yo.”
Rio membuang muka dari wajah Iel, dia menatap lurus kedepan,“gue sendiri gak ngerti Yel.”jawabnya.
“Lo jangan egois dong Yo. Lo tau kan emosi tuh gak ada yang bisa ngalahin selain perasaan. Tapi lo nyoba buat ngubur perasaan itu dan terus ngebangkitin emosi lo. Gak usah munafik, lo sendiri sakit hati kan sama semua kelakuan lo ke dia? Mumpung belum terlambat Yo.”ucap Iel bijak yang masih menidurkan diri di rumput. Dia pandangi Rio dari belakang.
“Gue harap gue bisa.”jawab Rio lirih.
“Harus dong Yo.”jawab Iel yang kini telah mengganti posisinya menjadi duduk. Rio tersenyum ke arah Iel. Sivia dan Oik telah beres bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu Titi Dj feat Agnes yang‘Hanya Cinta yang Bisa’ dan membuat semua orang merinding.
Ify sangat puas dengan penampilan kedua sahabatnya.“keren.”komentar Ify . Via dan Oik tersenyum puas. Agni masih tidak bersama mereka karena masih latihan buat bandnya tampil di penutup acara.
Tak lama dan setelah 2 jam berlalu, pensi pun usai dan ditutup dengan penampilan mengejutkan dari Iel dan bandnya. Semua yang ada disitu bertepuk tangan. Acara pun usai. Saat semua perlatan sudah dibereskan, hujan turun. Sangat deras. Rio yang sedari tadi masih nungguin Cakka akhirnya gabung sama Cakka diruang panitia pegisi acara. Dia ngobrol sama Iel dan Cakka ngomongin rencana yang udah mereka susun tadi.
Ify, Agni, Via, dan Oik sedang ngobrolin masalah artis dan fashion. Tiba-tiba Iel keluar dari ruangan dan berlari ke arah lapangan. Padahal diluar ujan besar banget. Disusul Cakka dan Rio yang juga ujan-ujanan diluar. Via yang ngeliat kelakuan pacarnya yang kayak anak kecil langsung keluar diikuti Agni Ify dan Oik.
“Yel ngapain ujan-ujanan?”Tanya Via berteriak. Iel malah muter-muter gak jelas dibawah hujan. Untung gak ada petir.
Iel narik tangan Via biar ikutan basah. Akhirnya Via basah dan ikutan ujan-ujanan. Dan sampai akhirnya mereka semua ujan-ujanan. Ify sama sekali gak peduli ada Rio disitu.
“Biasanya kita bikin permohonan kalau bintang jatoh, kenapa ngga kalau bikin permohonan saat hujan datang?”ucap Cakka sambil terus muter-muter.
“Boleh.”jawab Iel.”Gue mau gue bisa langgeng sama Via dan bikin dia selalu bahagia.” lanjutnya sambil mengenggam tangan Via. Via tersenyum. Semua yang ada disitu meng-amini.
“Gue cuma pengen hidup gue bahagia tanpa ada cobaan.”ujar Agni kali ini sambil berteriak menatap langit.
“Gue pengen semua orang yang gue sayang bisa sayang balik sama gue…”ucap Cakka sok diplomatis.
“Gue cuman pengen hidup gue bersama orang-orang yang sayang sama gue.”ucap Oik.
“Gueeeeeeeeeee.”teriak Ify ragu, semua mata memperhatikan Ify, Ify memejamkan mata sembari merentangkan tangnnya dan matanya menuju langit,“Gue pengen, semua masalah di hidup gue pergi dengan air ujan yang udah ngebasahin tubuh gue
ini dan ngalir ke tempat yang jauh biar semuanya ilang.”ucapnya berteriak.
Semua mengamini setiap temannya membuat permohonan. Semua masih asik bemain air dan berputar-putar.
“Gueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee. Gue Cuma pengen biar Alyssa Ayaufika Umari bisa maafin gue.”teriak Rio sambil menatap Ify. Rio langsung dirangkul oleh Cakka dan Iel. Via Agni dan Oik melengos. Sedangkan Ify yang masih beputar sedikit sadar ada yang mengucap namanya.
“Ada yang manggil nama gue?”tanyanya.
“Gue.”jawab Rio. Ify mengehentikan putarannya. Dan menatap Rio.”Gue mau minta maaf sama lo Ify.”teriak Rio. Ify cuman senyum takut apa yang dia dnger Cuma bohongan.
“Kenapa Yo? Gue gak denger.”jawab Ify. Rio nyamperin Ify dan menatapa Ify tajam tapi lembut dengan penuh arti.
“Gue mau minta maaf sama semua kesalahan gue selama ini ke lo. Atas semua perlakuan kasar gue ke lo. Sebeneranya gue kayak gini karena gue masih sayang banget sama lo. Tapi gue tutupin itu dengan cara nyoba buat ngebenci lo.”terang Rio. Via, Agni, Iel, Oik dan Cakka bak menonton sebuah adegan drama romance.“Maafin gue Fy.”
Ify menangis terharu,”Harusnya gue yang minta maaf sama lo Yo. Gue udah maafin lo tanpa lo minta.”jawabnya.
“Lo mau gak jadi cewek gue lagi?”Tanya Rio yang bikin pipi Ify merah padam. Semua yang ada disitu langsung berkoor“terima terima”.
“Ify mengangguk kecil lalu Rio langsung memeluk Ify erat.
“Maafin gue yah Fy.”ucapnya sambil terus memeluk erat Ify.
“Gue yang slah. Maafin.”ujar Ify sambil melepaskan pelukannya dari Rio,”kita lupain semua nya yang udah berlalu kita mulai hidup yang baru. Oke?”ucap ify dengan senyuman yang sangat indah. Rio mengangguk. Mereka semua melanjutkan bermain hujan-hujanan sampai mereka puas.
***
-author: Dhita Liawaty Saputri
-facebook: Dhita Liawaty Saputri
-twitter: @dhitals
Pelangi di Malam Hari (cerpen) (repost)
“Fy, pulang sekolah mau aku jemput gak?”Tanya Rio lewat telefon saat Ify sedang istirahat. Rio adalah pacar Ify. Mereka baru pacaran selama 3 bulan, tapi mereka PDKT sekitar setengah tahun Rio emang satu angkatan sama Ify, tapi mereka beda sekolah. Ify sendiri kenal sama Rio waktu sekolahnya sparing basket sama seklah Rio, jadi mereka kenalan gitu. Ngerti kan? Masa harus aku terangin? Hehehe.
“Ngga usah Yo, masa kamu harus ke sekolah aku dulu terus pulang?”tolak Ify halus. Emang sekolah dia sama Rio cuma berbeda belokan. Kalau Ify dari jalan besar belok kiri, kalau Rio belok kanan.
“Nanti aku emang mau ada perlu dulu ama Iyel, mau ngomongin basket. Jadi sekalian aja jemput aku.”jawab Rio ngejelasin.
“Yah aku kira kamu beneran mau jemput aku.”ucap Ify pura-pura marah, "yaudah nanti kesini aja.”
“Oke. Udah yah. Dadah.”ucap Rio yang langsung memutuskan sambungan telfon.
Ify dikantin sama Agni, Sivia, dan Iyel. Sivia sama Iyel pacaran. Jadi dari pada dia jadi obat nyamuk mending sama Agni.
“Yel, emang sekolah kita sama sekolah Rio mau tanding basket lagi?”Tanya Ify pada Iyel sesuai dengan yang ia tahu dari pacarnya.
“Ngga kok.”jawab Iyel, lalu melanjutkan,”cuma nanti bulan depan ada petandingan persahabatan semua sekolah di kota ini jadi sekolah kita kerja sama gitu buat latihan.”
“Oh gitu.”ucap Ify lalu melanjutkan makannya yang tertunda karena tadi ada telfon dari Rio.
Pulang sekolah pun tiba. Kelas Ify dan Via paling lama bubarnya. Mereka gak sekelas sama Agni dan Iyel. Tapi Iyel sama Agni sekelas. Ify dan Via langsung ke kantin, tempat mereka janjian sama Agni. Disitu udah ada Iyel, Agni dan Rio yang ngomongin basket.
“Halo.”sapa Ify. Rio langsung ngegeser tempat duduknya biar Ify duduk sebelah dia. Lalu Ify pun duduk.
“Lama amat bubarnya?”Tanya Rio, padahal mereka baru ngumpul 5 menit yang lalu.
“Kenapa? Kangen yah?”goda Ify Rio cuma ngacak-bgacak rambut Ify, mereka udah gak ketemu sekitar seminggu.
“Emang terkahir pelajaran siaa Vi?”Tanya Agni pada Via.
“Biasalah Bu Ira.”jawab Via.
Mereka pun ngobrol lama. Terutama Iyel Rio dan Agni yang ngomongin basket. Iyel kapten basket putra, sedang Agni kapten putrinya. Rio juga kapten di sekolahnya, SMA Citra Madiri. Selesai ngobrolin basket, mereka ngobrol yang lain ampe gak kerasa waktu udah jam 3. mereka pun pulang. Sesuai janjinya, Ify dianterin sama Rio.
“Yo mampir dulu yu.”ajak Ify setelah turun dari motor Rio.
“Gimana yah?”ucap Rio pura-pura mikir, “Boleh deh.”Rio pun turun dan mengikuti Ify dari belakang. Mereka pun salaman sama Mamah Ify. Mamah Ify emang udah kenal sama Rio. Mereka ke teras belakang. Mereka mainin laptop Ify sambil ngobrol, nyanyi, melepas rindu lah, sampe gak kerasa udah jam 6. Rio pun pamit pulang.
Keesekan harinya hari Sabtu. Sekolah Ify setiap sabtu emang libur. Dia baru bangun jam setengah sembilan itupun karena ada SMS di HP nya, diraihnya HP yang ditaro di meja sebelah tempat tidur. Ternyata SMS.
From : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Fy, sekarang jalan yu!
Alvin adalah cinta pertama Ify. Bukan cinta sih tepatnya cinta monyet. Mereka saling suka tapi gak pernah jadian. Ify kaget baca SMS itu karena udah semenjak mereka masuk SMA gak pernah kontakan. Dulu mereka satu SMP. Sekarang mereka kelas 2 SMA, jelas?
“Ngapain si Alvin ngajak gue jalan?”batin Ify, bingung, pastinya.
To : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Ngapain Vin?
Send, tak lama ada balasan. Ify yang masih merem melek berusaha melek buat baca SMS.
From : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Main aja Fy gw udah lama gak ketemu lu.
To : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Jam? Ke?
From: Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Jam 11 gue jemput yah ke mana aja deh.
“Yaudah deh gak apa-apa. Gue juga kangen sama dia”batin Ify.
From : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Oke!
Ify pun langsung mandi buat siap-siap. Karena sekarang gak sadar udah jam sepuluh kurang. Dia mandi, keramas. Lalu milih baju yang oke. Maklum ketemu first love gitu jadi harus oke dong. Lagian kan udah lama gak ketemu. Akhirnya Ify pake jeans pendek dengan kaos polos + kemeja yang panjangnya lebih dari celana pendeknya. Pokoknya oke deh ^^v . setelah beres dia makan dulu sekalian izin sama mamahnya. Mamah nya sih ngijinin. Seberes makan terdengar klakson motor di depan rumah Ify.
“Pasti Alvin.”batin Ify, dia langsng keluar , “hey Vin, masuk dulu yuk.”ajak Ify Alvin pun turun dari motornya dan masuk ke rumah Ify. Dia kenalan dulu sama Mamah Ify, dan mereka langsung pamit. Ify segera naik motor Alvin dan Alvin segera melajukan motornya ke sebuah cafĂ©.
“Lo tambah cantik Fy.”puji Alvin saat mereka sudah mendapatkan pesanan mereka. Gak munafik, Ify seneng banget di puji sama Alvin.
“Emang dari dulu gue cantik kali Vin.”jawab Ify narsis, dia narsis takut ketauan salting.
“PD banget lo.” Mereka pun tertawa lalu melanjutkan makan pesanan mereka.
“Gimana SMA lo Vin?”Tanya Ify ketika baru beres makan lalu menyerudup minumannya.
“Seru kok. Tapi gak ada lo sama Iyel jadi berasa ada yang kurang. Sama Agni juga.”jawab Alvin. Dulu memang dia Alvin, Agni dan Iyel satu SMP bahkan selalu satu kelas. Alvin tidak satu SMA sama mereka karena keinginan ibunya masukin dia ke SMA Global.
“Tapi banyak yang seru kan disana?” Alvin meneguk minumannya,”Iyalah.”jawabnya, “Lo gimana sama cowok lo? Siapa tuh?”
“Rio.”jawab Ify cepat.”Gue sama dia baik aja kok. Lo udah punya cewek?”Tanyanya.
“Belum nih Fy.”jawab Alvin.
“Cari dong Vin, yang mau sama lo banyak kan?”ucap Ify menyemangati.
"Sayangnya yang gue mau gak mau sama gue.”kata Alvin sambil tersenyum kecut.
“Yah sayang banget Vin.”jawab Ify terlihat lemes, “jodoh gak kemana kok Vin, tenang aja. Oke?” Alvin pun tersenyum.
Mereka pun berbincang-bincang sampai sekitar jam 2. setelah itu Alvin mengantar Ify pulang ke rumahnya.
***
2 minggu berlalu dari kejadian Alvin sama Ify jaan. Semenjak itu pula Ify belum ketemu Rio lagi karena Rio sibuk sama OSIS dan basketnya. Maklum, Rio kan wakil ketos sekaligus kapten basket. Selama itu pula Ify sama Alvin jadi sering jalan bareng. Yah sekitar 2 hari sekali lah mereka jalan. Ify ngerasa mulai dapet perhatian dari Alvin. Dan jujur jadi dulu Ify PDKT sama Rio karena Alvin baru jadian sama cewek lain. Jadi Rio, bisa dibilang, pelariannya Ify. Gak lama dari Rio sama Ify jadian, Alvin putus sama ceweknya. Lamanya masa PDKT Rio sama Ify bisa buat Ify lupa sama perasaannya terhadap Alvin dan mulai sayang sama Rio.
Ify mulai ngerasa perasaan yang dulu udah berhasil dia hilangkan muncul kembali. Gak munafik, Ify seneng sama kehadiran Alvin yang selalu ada buat dia belakangan ini. Bukannya Rio ngga, tapi karena Rio sibuk Ify ngerasa tersisihkan, tapi dia berusaha ngertiin Rio, kan setiap jam Rio selalu SMS in Ify buat nanya‘lagi apa?’ ‘udah makan belum?’ ‘udah belajar?’ . dengan begitu Ify gak kekurangan perhatian dari Rio. Tapi tetap saja, Ify ngerasa kurang. Ify gak tau kenapa dia pengen banget deket lagi sama Alvin. Dengan status Alvin yang‘jomblo’ bikin Ify pengen jadian sama Alvin. Tapi apa dikata? Ify punya Rio. Apa lagi waktu itu Alvin sempet ngaku kalau dia sayang sama Ify (maaf yah ga aku ceritain detail, kan cerpen :p *alibi). Ify ngerasa seneng banget.
Hari ini Alvin ngajak Ify jalan bentar ke taman komplek. Ify sama Alvin beda komplek. Tapi kalau sama Rio sekomplek namun berjauhan.
“Ngapain ngajak gue kesini Vin?”Tanya Ify saat mereka ada di taman. Merka duduk di bangku bawah pohon. Alvin menghela nafas,“Gue mau jujur,”ucap Alvin menggantung.”sebelumnya lo pasti udah tau dengan sikap gue ke lo kalau gue masih sayang sama lo, tapi gua juga sadar lo udah punya Rio. Rio lebih baik dari gue. Tapi gue kira selama 2 minggu belakangan lo kayak ngasih harapan ke gue.”
AW! Alvin salah mengartikan. Tapi Ify mengakuinya.“Iya gue tau.”jawab Ify lirih.
“Sorry gue udah lancang masuk ke kehidupan lo yang sekarang. Lo udah seneng dengan adanya Rio.”jawab Alvin dengan lancar. Gak tau kenapa Alvin bisa lancar banget ngomongnya.
“Ngga kok Vin.”ujar Ify sambil tersenyum, “gue seneng lo masuk ke kehidupan gue. Gue juga ngerasa gue ada rasa lagi sama lo (aduh Ify nakal nih ;p). Tapi gue sadar gue punya Rio. Tapi yah kan gue bilang, jodoh gak akan kemana kan?”lanjutnya lirih sambil menunduk.
Ternyata dari tadi ada yang memperhatikan mereka. RIO! Rio dari awal udah ngebuntutin mereka dan ngedenger semuanya. Awalnya Rio tahan tapi sekarang dia langsung nyamperin mereka berdua.
“SEKARANG LO MILIH SIAPA FY?”Tanya Rio dari belakang yang bikin Ify sama Alvin kaget.
“Ri…oooo. Kamu dari kapan……”ucap Ify terbata. Dia takut Rio ngedenger semuanya. Alvin ngerasa bersalah.
“Gue dari tadi disini. Gue denger semuanya!”Rio ngomong dengan gak santai. Sekarang Rio udah diri di depan Ify.
“Denger pejelasan gue dulu Yo. Ify gak salah.”ucap Alvin yang ngerasa semua gara-gara dia.
“Kalian berdua salah.”bentak Rio sambil nunjuk-nunjuk,”dan lo Fy, gue kecewa sama lo. Kita putus!” Rio langsung kabur. Ify lumpuh dari dirinya.
“Maafin gue Fy.”ucap Alvin. Ify masih nangis. Dia duduk di tanah sambil menangis. Alvin gak tega. Dia nganterin Ify pulang dan ngebiarin Ify nenangin dirinya dulu.
Keesokan harinya Ify gak mau masuk sekolah karena masih nangis aja di kamar. Akhirnya Mamahnya ngasih surat keterangan ke sekolah. Sepulang sekolah Sivia sama Agni ke rumah Ify buat ngedenger cerita dari Ify langsung. Sebelumnya Alvin udah SMS Iyel mengenai masalah ini. Jadi Iyel ke rumah Rio.
“Fy.”ucap Via di depan pintu kamar Ify. Agni ngetok kamar Ify.
“Masuk.”jawab fy dengan suara tersendat. Via dan Agni buka pintu kamar Ify, mereka kaget ngeliat kondisi Ify yang ancur banget. Mereka langsung duduk di tepian kasur Ify.
“Lo kenapa Fy?”Tanya Agni dengan lembut. Ify masih nangis, matanya bengkak.
“Lo cerita yah ke kita?”pinta Via sambil ngelus rambut Ify.
“Gue bego. Gue tolol. Gue ngecewain Rio.”tangis Ify meledak.
“Coba lo ceritain semuanya.”pinta Via lagi dengan lembut.
Ify menceritakan semuanya dari awal Alvin ngajak ketemuan 2 minggu lalu sampai kejadian kemarin dia masih nangis, bahkan makin keras.
“Gue bego Vi, gua bukan cewek yang baik buat Rio. Gue udah ngecewain Rio. Gue malah deketin Alvin. Gue bego.”Ify masih menangis. Dia membenamkan wajahnya di boneka beruang pemberian Rio.
“Lo jelasin semuanya sama Rio yah?”usul Agni dengan lembut.
“Gue salah Ag, gua sayang sama Alvin lagi. Itu salah banget!”pengakuan Ify pun keluar. Via dan Agni jadinya bingung.
“Lo tenangin diri lo dulu. Lo minta maaf sama Rio yah?”
“Gue salah kan?”Tanya Ify dengan tatapan seolah-olah ‘jawab jujur dong, gua salah kan?’
Agni menghela nafas, “gue boleh ngomong jujur?”tanyanya, Via mentap tajam ke arah Agni menandakan ‘jangan dong Ag!’
“Jujur Ag, lo jujur gue bakal lebih enak.”pinta Ify yang sudah menegakkan wajahnya.
“Menurut gue lo salah Fy, lo udah ada yang punya tapi kenapa lo ngeladenin Alvin? Dulu waktu SMP lo tau kan Alvin cuma bilang suka lah sayang lah sama lo tapi apa buktinya? Nihil! Ada Rio yang sayang banget sama lo. Rio yang pujaan di sekolahnya.”ujar Agni jujur, Ify tertegun, dia gak nangis,”Lo tau kan lo ngedapetin Rio dengan susah? Kalian sama-sama susah di dapetin! Dan lo tau kan lo cinta pertama Rio setelah Rio dapet trauma atas kematian mantannya, semenjak kematian mantannya cuma lo yang bisa buka hati dia lagi. Kenapa lo kecewain dia Fy?”lanjutnya panjang lebar.
Ify tersenyum ke arah Agni yang membuat Via dan Agni heran.“Thanks yah Ag lo udah ngomong jujur dan nyadarin gue.”ucapnya ”mungkin gue emang cewek paling bego di dunia. Gue nyia-nyiain cowok kayak Rio. Gue emang bukan cewek yang pantes buat Rio.”
“Sorry yah Fy.”ucap Agni merasa bersalah, takut Ify kesinggung.
“Sekarang gue baru sadar kalau gue sayangnya sama Rio doang! Gue cuma terobsesi sama Avin.”ucap Ify menunduk dia pengen nangis lagi tapi ditahan.
“Sekarang lo minta maaf yah sama Rio?”usul Via.
“Nanti yah. Gue belum siap.”jawab Ify. Via ngangguk.
“Kita pulang dulu yah. Tenangin diri lo.”pamit Agni. Ify ngangguk. Mereka pun keluar dari kamar Ify dan pulang.
***
Iyel yang udah sampai di rumah Rio ngeliat Rio baru pulang sekolaj. Tapi mukanya kusut abis-abisan.
“Yo.”panggil Iyel dari pintu ruang tamu. Kelihatan dari situ Rio lagi duduk di ruang tamu.
Rio nengok,”Masuk Yel.” Iyel masuk dan duduk di hadapan Rio,
"gue udah denger semuanya. Dan tadi Ify gak masuk.”jelasnya to-the-point. Rio melengos seolah gak mau peduli dengan semua yang terjadi pada Ify.
“Yo, lo marah banget sama Ify?”Tanya Iyel dengan muka innocent.
“Gue nanya deh. Kalau lo ada di posisi gue gimana?”Tanya Rio dengan nada suara ebih tinggi, “apa lo bakalan maafin dia? Dia sama aja selingkuh Yel!.”
“Tapi lo bisa denger penjelasan Ify dulu kan Yo?”usul Iyel dia masih lembut. Dia tau posisi Rio.
“Gak ada yang perlu di jelasin lagi Yel. Gue udah denger semuanya. Gue kecewa banget sama dia. Gue kira dia baik baik, dia yang bikin gue bangkit lagi, taunya? Dia bikin gue kecewa.”jawab Rio sambil memandang secara horizontal. “dia selingkuh.”tambahnya.
“Tapi mungkin Alvin bisa ngejelasin?” Gak lama Alvin datang ke ruamh Rio, sebenernya dia udah dari tadi di depan, tapi gak enak ngeganggu Iyel sama rio. Dia tau rumah Rio dari Agni.
“Yo, sorry.”ucap Alvin di pintu.
“Gak ada yang perlu diminta maafin.”jawab Rio tanpa noleh sedikit pun ke arah Alvin,”gue udah kecewa sama kalian.”
“Tapi yang salah bukan Ify, tapi gue.”lanjut Alvin. Rasa bersalah masih menyelimutinya
“Gue udah bilang kan sama lo dari kemaren? Kalian berdua salah!”bentak Rio.
“Yaudah. Dari pada mancing emosi disini gue pamit. Gue cuma sekali lagi bilang, sorry banget Yo.” Alvin meninggalkan rumah Rio. Iyel bagai menonton cuplikan adegan sineron secara live.
“Gue fikir lo harus nenangin diri lo dulu. Lo fikirin semuanya. Oke? Gue pamit.”ucap Iyel sambil bangkit dan menepuk pundak Rio tanda memberi semangat.
“Thanks Yel.”Rio tersenyum dan Iyel pun tersenyum dan langsung pulang.
***
2 hari kemudian Ify sudah mulai baikan dan masuk sekolah. Wajahnya lebih ceria dari 2 hari yang lalu walau masih jauh beda dari ceria biasanya. Saat istirahat dia minta sama Iyel, Agni, dan Via buat nganterin dia ke rumah Rio. Mereka pun mau.
Sepulang sekolah mereka ke kantin dulu . Ify mau nenangin diri lagi biar nanti rileks. Setelah setengah jam, baru mereka berangkat. Mereka berangkat naik mobil Iyel. Mereka akhirnya sampai di depan rumah Rio. Terlihat motor Rio tanda bahwa Rio sudah pulang sekolah.
“Permisi.”ucap Agni sopan di depan gerbang rumah Rio. Tak lama pembantu Rio membukakan pintu dan menyuruh mereka duduk di ruang tamu.
“Bentar yah saa panggilin dulu den Rio nya.”ucap si Mbo sopan, mereka mengangguk dan tersenyum. Tangan Ify berkeringat. Tak lama Rio pun datang. Sebenernya dia pengen balik lagi ke kamar saat tau ada Ify disitu. Tapi dia urungkan niat itu. Dia duduk di salah satu kursi yang masih kosong Ify makin gemeteran, dia nunduk.
“Mau ngomong apa? Langsung to-the-point. Gua masih banyak urusan.”ucap Rio dengan pandangan acuh tak acuh.
“Gue mau minta maaf Yo.”ucap Ify lancar. Perileksannya tadi di kantin berhasil.
“Gak perlu Fy. Lo mau minta maaf gimana juga gue masih tetep kecewa sama lo.”jawab Rio dingin. Ify menahan air matanya. Via sama Agni ngelus pundak Ify.
“Yo…..”ucap Iyel maksudnya ‘please dong Yo.’
“Tapi lo bisa maafin gue kan Yo?”Tanya Ify masih nunduk.
“Mungkin. Tapi lo jangan banyak berharap.”jawab Rio lagi. Rio sebenrnya gak tega ngomong ini semua, tapi rasa kecewanya ngalahin semuanya.
“Kasih Ify kesempatan dong Yo.”pinta Agni, “toh dia udah nyeselin semuanya.”
“Penyesalan gak akan ada gunanya Ag.”ucap Rio cuek. Tessss…… air mata Ify menetes. Semakin deras.
“Gue ngerti Yo.”ucap Ify akhirnya menegadah wajahnya. “Sekali lagi maaf. Gue nyesel udah neglakuin semunya. Gue harap suatu saat nanti lo mau maafin gue.”Ify langsung keluar dari rumah Rio dan langsung pulang.
Setelah Ify cabut, Rio langsung masuk kamarnya. Iyel, Via, dan Agni bengong dan langsung pulang. Tadinya mau nyusulin Ify, tapi mereka tau, Ify butuh waktu.
***
Gak kerasa udah 5 bulan dari kejadian itu. Ify udah berusaha minta maaf lewat telfon SMS e-mail bahkan nyoba ke rumahnya tapi tetep gak di tanggepin sama Rio. Via, Iyel, Agni cuma ngasih saran yang sama“Lo jangan gini Fy, lo gak boleh minta maaf sama dia teterusan. Lo bisa dibilang cewek gak punya harga diri! Cukup sampai sini Fy!”nasihat mereka. Tapi Ify masih kepikiran terus. Rasanya semua itu beban paling berat.
Hari ini Ify dapet kabar dari temennya yang satu sekolah sama Rio. Katanya Rio baru jadian. Sama cewek namanya keke. Plaaaaaaaaang! Rasanya hati Ify baru dilempar sama serpihan piring. Via Agni Iyel berusaha nenangin Ify. Bikin Ify ikhlas. Ify masih nangis saat sampai di rumah. Besoknya lagi-lagi dia gak masuk sekolah. Via, Agni Iyel jenguk Ify. Dia tau kondisi Ify.
“Gue bahagia kok kalau dia bahagia.”ucap Ify saat mereka udah nasehatin Ify. “Mungkin dia lebih bahagia sama keke. Gue harap Keke gak sebodoh gue dan bisa ngejagain Rio.”ucapnya berusaha tersenyum dalam tangisnya. Via Agni sama Iyel bangga ngeliat Ify. Sekarang Ify udah mulai dewasa.
Sebulan berlalu, Ify mulai lebih ceria dan bahkan sudah kembali. Dia gak mau larut sama perasaannya. Dia mau ngubur semuanya dan gak mau ngungkit lagi. Dia endapin semuanya di lubang paliiiiiiiiiing dalam hatinya. Itu kenangan dan pelajaran berharga buat dia. Walau kadang kalau keingetan, Ify nangis dengan deras.
Jangan pernah nyia-nyiain yang udah ada yah :) jalanin yang di depan. Jangan bulak-belok. Sifat Ify disini namanya KURANG PUAS! Jadi yah gini. Fikirin mateng-mateng dulu apa yang dilakuin, jangan nyesel nantinya.
*****
-author: Dhita Liawaty Saputri
-facebook: Dhita Liawaty Saputri
-twitter: @dhitals
“Ngga usah Yo, masa kamu harus ke sekolah aku dulu terus pulang?”tolak Ify halus. Emang sekolah dia sama Rio cuma berbeda belokan. Kalau Ify dari jalan besar belok kiri, kalau Rio belok kanan.
“Nanti aku emang mau ada perlu dulu ama Iyel, mau ngomongin basket. Jadi sekalian aja jemput aku.”jawab Rio ngejelasin.
“Yah aku kira kamu beneran mau jemput aku.”ucap Ify pura-pura marah, "yaudah nanti kesini aja.”
“Oke. Udah yah. Dadah.”ucap Rio yang langsung memutuskan sambungan telfon.
Ify dikantin sama Agni, Sivia, dan Iyel. Sivia sama Iyel pacaran. Jadi dari pada dia jadi obat nyamuk mending sama Agni.
“Yel, emang sekolah kita sama sekolah Rio mau tanding basket lagi?”Tanya Ify pada Iyel sesuai dengan yang ia tahu dari pacarnya.
“Ngga kok.”jawab Iyel, lalu melanjutkan,”cuma nanti bulan depan ada petandingan persahabatan semua sekolah di kota ini jadi sekolah kita kerja sama gitu buat latihan.”
“Oh gitu.”ucap Ify lalu melanjutkan makannya yang tertunda karena tadi ada telfon dari Rio.
Pulang sekolah pun tiba. Kelas Ify dan Via paling lama bubarnya. Mereka gak sekelas sama Agni dan Iyel. Tapi Iyel sama Agni sekelas. Ify dan Via langsung ke kantin, tempat mereka janjian sama Agni. Disitu udah ada Iyel, Agni dan Rio yang ngomongin basket.
“Halo.”sapa Ify. Rio langsung ngegeser tempat duduknya biar Ify duduk sebelah dia. Lalu Ify pun duduk.
“Lama amat bubarnya?”Tanya Rio, padahal mereka baru ngumpul 5 menit yang lalu.
“Kenapa? Kangen yah?”goda Ify Rio cuma ngacak-bgacak rambut Ify, mereka udah gak ketemu sekitar seminggu.
“Emang terkahir pelajaran siaa Vi?”Tanya Agni pada Via.
“Biasalah Bu Ira.”jawab Via.
Mereka pun ngobrol lama. Terutama Iyel Rio dan Agni yang ngomongin basket. Iyel kapten basket putra, sedang Agni kapten putrinya. Rio juga kapten di sekolahnya, SMA Citra Madiri. Selesai ngobrolin basket, mereka ngobrol yang lain ampe gak kerasa waktu udah jam 3. mereka pun pulang. Sesuai janjinya, Ify dianterin sama Rio.
“Yo mampir dulu yu.”ajak Ify setelah turun dari motor Rio.
“Gimana yah?”ucap Rio pura-pura mikir, “Boleh deh.”Rio pun turun dan mengikuti Ify dari belakang. Mereka pun salaman sama Mamah Ify. Mamah Ify emang udah kenal sama Rio. Mereka ke teras belakang. Mereka mainin laptop Ify sambil ngobrol, nyanyi, melepas rindu lah, sampe gak kerasa udah jam 6. Rio pun pamit pulang.
Keesekan harinya hari Sabtu. Sekolah Ify setiap sabtu emang libur. Dia baru bangun jam setengah sembilan itupun karena ada SMS di HP nya, diraihnya HP yang ditaro di meja sebelah tempat tidur. Ternyata SMS.
From : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Fy, sekarang jalan yu!
Alvin adalah cinta pertama Ify. Bukan cinta sih tepatnya cinta monyet. Mereka saling suka tapi gak pernah jadian. Ify kaget baca SMS itu karena udah semenjak mereka masuk SMA gak pernah kontakan. Dulu mereka satu SMP. Sekarang mereka kelas 2 SMA, jelas?
“Ngapain si Alvin ngajak gue jalan?”batin Ify, bingung, pastinya.
To : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Ngapain Vin?
Send, tak lama ada balasan. Ify yang masih merem melek berusaha melek buat baca SMS.
From : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Main aja Fy gw udah lama gak ketemu lu.
To : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Jam? Ke?
From: Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Jam 11 gue jemput yah ke mana aja deh.
“Yaudah deh gak apa-apa. Gue juga kangen sama dia”batin Ify.
From : Alvin Jonathan Sidunata
+62856XXXXXX
Oke!
Ify pun langsung mandi buat siap-siap. Karena sekarang gak sadar udah jam sepuluh kurang. Dia mandi, keramas. Lalu milih baju yang oke. Maklum ketemu first love gitu jadi harus oke dong. Lagian kan udah lama gak ketemu. Akhirnya Ify pake jeans pendek dengan kaos polos + kemeja yang panjangnya lebih dari celana pendeknya. Pokoknya oke deh ^^v . setelah beres dia makan dulu sekalian izin sama mamahnya. Mamah nya sih ngijinin. Seberes makan terdengar klakson motor di depan rumah Ify.
“Pasti Alvin.”batin Ify, dia langsng keluar , “hey Vin, masuk dulu yuk.”ajak Ify Alvin pun turun dari motornya dan masuk ke rumah Ify. Dia kenalan dulu sama Mamah Ify, dan mereka langsung pamit. Ify segera naik motor Alvin dan Alvin segera melajukan motornya ke sebuah cafĂ©.
“Lo tambah cantik Fy.”puji Alvin saat mereka sudah mendapatkan pesanan mereka. Gak munafik, Ify seneng banget di puji sama Alvin.
“Emang dari dulu gue cantik kali Vin.”jawab Ify narsis, dia narsis takut ketauan salting.
“PD banget lo.” Mereka pun tertawa lalu melanjutkan makan pesanan mereka.
“Gimana SMA lo Vin?”Tanya Ify ketika baru beres makan lalu menyerudup minumannya.
“Seru kok. Tapi gak ada lo sama Iyel jadi berasa ada yang kurang. Sama Agni juga.”jawab Alvin. Dulu memang dia Alvin, Agni dan Iyel satu SMP bahkan selalu satu kelas. Alvin tidak satu SMA sama mereka karena keinginan ibunya masukin dia ke SMA Global.
“Tapi banyak yang seru kan disana?” Alvin meneguk minumannya,”Iyalah.”jawabnya, “Lo gimana sama cowok lo? Siapa tuh?”
“Rio.”jawab Ify cepat.”Gue sama dia baik aja kok. Lo udah punya cewek?”Tanyanya.
“Belum nih Fy.”jawab Alvin.
“Cari dong Vin, yang mau sama lo banyak kan?”ucap Ify menyemangati.
"Sayangnya yang gue mau gak mau sama gue.”kata Alvin sambil tersenyum kecut.
“Yah sayang banget Vin.”jawab Ify terlihat lemes, “jodoh gak kemana kok Vin, tenang aja. Oke?” Alvin pun tersenyum.
Mereka pun berbincang-bincang sampai sekitar jam 2. setelah itu Alvin mengantar Ify pulang ke rumahnya.
***
2 minggu berlalu dari kejadian Alvin sama Ify jaan. Semenjak itu pula Ify belum ketemu Rio lagi karena Rio sibuk sama OSIS dan basketnya. Maklum, Rio kan wakil ketos sekaligus kapten basket. Selama itu pula Ify sama Alvin jadi sering jalan bareng. Yah sekitar 2 hari sekali lah mereka jalan. Ify ngerasa mulai dapet perhatian dari Alvin. Dan jujur jadi dulu Ify PDKT sama Rio karena Alvin baru jadian sama cewek lain. Jadi Rio, bisa dibilang, pelariannya Ify. Gak lama dari Rio sama Ify jadian, Alvin putus sama ceweknya. Lamanya masa PDKT Rio sama Ify bisa buat Ify lupa sama perasaannya terhadap Alvin dan mulai sayang sama Rio.
Ify mulai ngerasa perasaan yang dulu udah berhasil dia hilangkan muncul kembali. Gak munafik, Ify seneng sama kehadiran Alvin yang selalu ada buat dia belakangan ini. Bukannya Rio ngga, tapi karena Rio sibuk Ify ngerasa tersisihkan, tapi dia berusaha ngertiin Rio, kan setiap jam Rio selalu SMS in Ify buat nanya‘lagi apa?’ ‘udah makan belum?’ ‘udah belajar?’ . dengan begitu Ify gak kekurangan perhatian dari Rio. Tapi tetap saja, Ify ngerasa kurang. Ify gak tau kenapa dia pengen banget deket lagi sama Alvin. Dengan status Alvin yang‘jomblo’ bikin Ify pengen jadian sama Alvin. Tapi apa dikata? Ify punya Rio. Apa lagi waktu itu Alvin sempet ngaku kalau dia sayang sama Ify (maaf yah ga aku ceritain detail, kan cerpen :p *alibi). Ify ngerasa seneng banget.
Hari ini Alvin ngajak Ify jalan bentar ke taman komplek. Ify sama Alvin beda komplek. Tapi kalau sama Rio sekomplek namun berjauhan.
“Ngapain ngajak gue kesini Vin?”Tanya Ify saat mereka ada di taman. Merka duduk di bangku bawah pohon. Alvin menghela nafas,“Gue mau jujur,”ucap Alvin menggantung.”sebelumnya lo pasti udah tau dengan sikap gue ke lo kalau gue masih sayang sama lo, tapi gua juga sadar lo udah punya Rio. Rio lebih baik dari gue. Tapi gue kira selama 2 minggu belakangan lo kayak ngasih harapan ke gue.”
AW! Alvin salah mengartikan. Tapi Ify mengakuinya.“Iya gue tau.”jawab Ify lirih.
“Sorry gue udah lancang masuk ke kehidupan lo yang sekarang. Lo udah seneng dengan adanya Rio.”jawab Alvin dengan lancar. Gak tau kenapa Alvin bisa lancar banget ngomongnya.
“Ngga kok Vin.”ujar Ify sambil tersenyum, “gue seneng lo masuk ke kehidupan gue. Gue juga ngerasa gue ada rasa lagi sama lo (aduh Ify nakal nih ;p). Tapi gue sadar gue punya Rio. Tapi yah kan gue bilang, jodoh gak akan kemana kan?”lanjutnya lirih sambil menunduk.
Ternyata dari tadi ada yang memperhatikan mereka. RIO! Rio dari awal udah ngebuntutin mereka dan ngedenger semuanya. Awalnya Rio tahan tapi sekarang dia langsung nyamperin mereka berdua.
“SEKARANG LO MILIH SIAPA FY?”Tanya Rio dari belakang yang bikin Ify sama Alvin kaget.
“Ri…oooo. Kamu dari kapan……”ucap Ify terbata. Dia takut Rio ngedenger semuanya. Alvin ngerasa bersalah.
“Gue dari tadi disini. Gue denger semuanya!”Rio ngomong dengan gak santai. Sekarang Rio udah diri di depan Ify.
“Denger pejelasan gue dulu Yo. Ify gak salah.”ucap Alvin yang ngerasa semua gara-gara dia.
“Kalian berdua salah.”bentak Rio sambil nunjuk-nunjuk,”dan lo Fy, gue kecewa sama lo. Kita putus!” Rio langsung kabur. Ify lumpuh dari dirinya.
“Maafin gue Fy.”ucap Alvin. Ify masih nangis. Dia duduk di tanah sambil menangis. Alvin gak tega. Dia nganterin Ify pulang dan ngebiarin Ify nenangin dirinya dulu.
Keesokan harinya Ify gak mau masuk sekolah karena masih nangis aja di kamar. Akhirnya Mamahnya ngasih surat keterangan ke sekolah. Sepulang sekolah Sivia sama Agni ke rumah Ify buat ngedenger cerita dari Ify langsung. Sebelumnya Alvin udah SMS Iyel mengenai masalah ini. Jadi Iyel ke rumah Rio.
“Fy.”ucap Via di depan pintu kamar Ify. Agni ngetok kamar Ify.
“Masuk.”jawab fy dengan suara tersendat. Via dan Agni buka pintu kamar Ify, mereka kaget ngeliat kondisi Ify yang ancur banget. Mereka langsung duduk di tepian kasur Ify.
“Lo kenapa Fy?”Tanya Agni dengan lembut. Ify masih nangis, matanya bengkak.
“Lo cerita yah ke kita?”pinta Via sambil ngelus rambut Ify.
“Gue bego. Gue tolol. Gue ngecewain Rio.”tangis Ify meledak.
“Coba lo ceritain semuanya.”pinta Via lagi dengan lembut.
Ify menceritakan semuanya dari awal Alvin ngajak ketemuan 2 minggu lalu sampai kejadian kemarin dia masih nangis, bahkan makin keras.
“Gue bego Vi, gua bukan cewek yang baik buat Rio. Gue udah ngecewain Rio. Gue malah deketin Alvin. Gue bego.”Ify masih menangis. Dia membenamkan wajahnya di boneka beruang pemberian Rio.
“Lo jelasin semuanya sama Rio yah?”usul Agni dengan lembut.
“Gue salah Ag, gua sayang sama Alvin lagi. Itu salah banget!”pengakuan Ify pun keluar. Via dan Agni jadinya bingung.
“Lo tenangin diri lo dulu. Lo minta maaf sama Rio yah?”
“Gue salah kan?”Tanya Ify dengan tatapan seolah-olah ‘jawab jujur dong, gua salah kan?’
Agni menghela nafas, “gue boleh ngomong jujur?”tanyanya, Via mentap tajam ke arah Agni menandakan ‘jangan dong Ag!’
“Jujur Ag, lo jujur gue bakal lebih enak.”pinta Ify yang sudah menegakkan wajahnya.
“Menurut gue lo salah Fy, lo udah ada yang punya tapi kenapa lo ngeladenin Alvin? Dulu waktu SMP lo tau kan Alvin cuma bilang suka lah sayang lah sama lo tapi apa buktinya? Nihil! Ada Rio yang sayang banget sama lo. Rio yang pujaan di sekolahnya.”ujar Agni jujur, Ify tertegun, dia gak nangis,”Lo tau kan lo ngedapetin Rio dengan susah? Kalian sama-sama susah di dapetin! Dan lo tau kan lo cinta pertama Rio setelah Rio dapet trauma atas kematian mantannya, semenjak kematian mantannya cuma lo yang bisa buka hati dia lagi. Kenapa lo kecewain dia Fy?”lanjutnya panjang lebar.
Ify tersenyum ke arah Agni yang membuat Via dan Agni heran.“Thanks yah Ag lo udah ngomong jujur dan nyadarin gue.”ucapnya ”mungkin gue emang cewek paling bego di dunia. Gue nyia-nyiain cowok kayak Rio. Gue emang bukan cewek yang pantes buat Rio.”
“Sorry yah Fy.”ucap Agni merasa bersalah, takut Ify kesinggung.
“Sekarang gue baru sadar kalau gue sayangnya sama Rio doang! Gue cuma terobsesi sama Avin.”ucap Ify menunduk dia pengen nangis lagi tapi ditahan.
“Sekarang lo minta maaf yah sama Rio?”usul Via.
“Nanti yah. Gue belum siap.”jawab Ify. Via ngangguk.
“Kita pulang dulu yah. Tenangin diri lo.”pamit Agni. Ify ngangguk. Mereka pun keluar dari kamar Ify dan pulang.
***
Iyel yang udah sampai di rumah Rio ngeliat Rio baru pulang sekolaj. Tapi mukanya kusut abis-abisan.
“Yo.”panggil Iyel dari pintu ruang tamu. Kelihatan dari situ Rio lagi duduk di ruang tamu.
Rio nengok,”Masuk Yel.” Iyel masuk dan duduk di hadapan Rio,
"gue udah denger semuanya. Dan tadi Ify gak masuk.”jelasnya to-the-point. Rio melengos seolah gak mau peduli dengan semua yang terjadi pada Ify.
“Yo, lo marah banget sama Ify?”Tanya Iyel dengan muka innocent.
“Gue nanya deh. Kalau lo ada di posisi gue gimana?”Tanya Rio dengan nada suara ebih tinggi, “apa lo bakalan maafin dia? Dia sama aja selingkuh Yel!.”
“Tapi lo bisa denger penjelasan Ify dulu kan Yo?”usul Iyel dia masih lembut. Dia tau posisi Rio.
“Gak ada yang perlu di jelasin lagi Yel. Gue udah denger semuanya. Gue kecewa banget sama dia. Gue kira dia baik baik, dia yang bikin gue bangkit lagi, taunya? Dia bikin gue kecewa.”jawab Rio sambil memandang secara horizontal. “dia selingkuh.”tambahnya.
“Tapi mungkin Alvin bisa ngejelasin?” Gak lama Alvin datang ke ruamh Rio, sebenernya dia udah dari tadi di depan, tapi gak enak ngeganggu Iyel sama rio. Dia tau rumah Rio dari Agni.
“Yo, sorry.”ucap Alvin di pintu.
“Gak ada yang perlu diminta maafin.”jawab Rio tanpa noleh sedikit pun ke arah Alvin,”gue udah kecewa sama kalian.”
“Tapi yang salah bukan Ify, tapi gue.”lanjut Alvin. Rasa bersalah masih menyelimutinya
“Gue udah bilang kan sama lo dari kemaren? Kalian berdua salah!”bentak Rio.
“Yaudah. Dari pada mancing emosi disini gue pamit. Gue cuma sekali lagi bilang, sorry banget Yo.” Alvin meninggalkan rumah Rio. Iyel bagai menonton cuplikan adegan sineron secara live.
“Gue fikir lo harus nenangin diri lo dulu. Lo fikirin semuanya. Oke? Gue pamit.”ucap Iyel sambil bangkit dan menepuk pundak Rio tanda memberi semangat.
“Thanks Yel.”Rio tersenyum dan Iyel pun tersenyum dan langsung pulang.
***
2 hari kemudian Ify sudah mulai baikan dan masuk sekolah. Wajahnya lebih ceria dari 2 hari yang lalu walau masih jauh beda dari ceria biasanya. Saat istirahat dia minta sama Iyel, Agni, dan Via buat nganterin dia ke rumah Rio. Mereka pun mau.
Sepulang sekolah mereka ke kantin dulu . Ify mau nenangin diri lagi biar nanti rileks. Setelah setengah jam, baru mereka berangkat. Mereka berangkat naik mobil Iyel. Mereka akhirnya sampai di depan rumah Rio. Terlihat motor Rio tanda bahwa Rio sudah pulang sekolah.
“Permisi.”ucap Agni sopan di depan gerbang rumah Rio. Tak lama pembantu Rio membukakan pintu dan menyuruh mereka duduk di ruang tamu.
“Bentar yah saa panggilin dulu den Rio nya.”ucap si Mbo sopan, mereka mengangguk dan tersenyum. Tangan Ify berkeringat. Tak lama Rio pun datang. Sebenernya dia pengen balik lagi ke kamar saat tau ada Ify disitu. Tapi dia urungkan niat itu. Dia duduk di salah satu kursi yang masih kosong Ify makin gemeteran, dia nunduk.
“Mau ngomong apa? Langsung to-the-point. Gua masih banyak urusan.”ucap Rio dengan pandangan acuh tak acuh.
“Gue mau minta maaf Yo.”ucap Ify lancar. Perileksannya tadi di kantin berhasil.
“Gak perlu Fy. Lo mau minta maaf gimana juga gue masih tetep kecewa sama lo.”jawab Rio dingin. Ify menahan air matanya. Via sama Agni ngelus pundak Ify.
“Yo…..”ucap Iyel maksudnya ‘please dong Yo.’
“Tapi lo bisa maafin gue kan Yo?”Tanya Ify masih nunduk.
“Mungkin. Tapi lo jangan banyak berharap.”jawab Rio lagi. Rio sebenrnya gak tega ngomong ini semua, tapi rasa kecewanya ngalahin semuanya.
“Kasih Ify kesempatan dong Yo.”pinta Agni, “toh dia udah nyeselin semuanya.”
“Penyesalan gak akan ada gunanya Ag.”ucap Rio cuek. Tessss…… air mata Ify menetes. Semakin deras.
“Gue ngerti Yo.”ucap Ify akhirnya menegadah wajahnya. “Sekali lagi maaf. Gue nyesel udah neglakuin semunya. Gue harap suatu saat nanti lo mau maafin gue.”Ify langsung keluar dari rumah Rio dan langsung pulang.
Setelah Ify cabut, Rio langsung masuk kamarnya. Iyel, Via, dan Agni bengong dan langsung pulang. Tadinya mau nyusulin Ify, tapi mereka tau, Ify butuh waktu.
***
Gak kerasa udah 5 bulan dari kejadian itu. Ify udah berusaha minta maaf lewat telfon SMS e-mail bahkan nyoba ke rumahnya tapi tetep gak di tanggepin sama Rio. Via, Iyel, Agni cuma ngasih saran yang sama“Lo jangan gini Fy, lo gak boleh minta maaf sama dia teterusan. Lo bisa dibilang cewek gak punya harga diri! Cukup sampai sini Fy!”nasihat mereka. Tapi Ify masih kepikiran terus. Rasanya semua itu beban paling berat.
Hari ini Ify dapet kabar dari temennya yang satu sekolah sama Rio. Katanya Rio baru jadian. Sama cewek namanya keke. Plaaaaaaaaang! Rasanya hati Ify baru dilempar sama serpihan piring. Via Agni Iyel berusaha nenangin Ify. Bikin Ify ikhlas. Ify masih nangis saat sampai di rumah. Besoknya lagi-lagi dia gak masuk sekolah. Via, Agni Iyel jenguk Ify. Dia tau kondisi Ify.
“Gue bahagia kok kalau dia bahagia.”ucap Ify saat mereka udah nasehatin Ify. “Mungkin dia lebih bahagia sama keke. Gue harap Keke gak sebodoh gue dan bisa ngejagain Rio.”ucapnya berusaha tersenyum dalam tangisnya. Via Agni sama Iyel bangga ngeliat Ify. Sekarang Ify udah mulai dewasa.
Sebulan berlalu, Ify mulai lebih ceria dan bahkan sudah kembali. Dia gak mau larut sama perasaannya. Dia mau ngubur semuanya dan gak mau ngungkit lagi. Dia endapin semuanya di lubang paliiiiiiiiiing dalam hatinya. Itu kenangan dan pelajaran berharga buat dia. Walau kadang kalau keingetan, Ify nangis dengan deras.
Jangan pernah nyia-nyiain yang udah ada yah :) jalanin yang di depan. Jangan bulak-belok. Sifat Ify disini namanya KURANG PUAS! Jadi yah gini. Fikirin mateng-mateng dulu apa yang dilakuin, jangan nyesel nantinya.
*****
-author: Dhita Liawaty Saputri
-facebook: Dhita Liawaty Saputri
-twitter: @dhitals
Subscribe to:
Posts (Atom)